Iran dikabarkan menolak penawaran yang diajukan Amerika Serikat dalam pembicaraan di Islam Abad. Iran menilai Amerika Serikat sering tidak konsisten dan tidak menghormati kesepakatan sebelumnya. The Times of India mengabarkan Iran menyebut Amerika Serikat mengajukan tuntutan yang tidak realistis dan terlalu jauh. Dilansir dari Aljasa. Dalam pertemuan tersebut Wakil Presiden Amerika Serikat JFIN disebut meninggalkan Islam Abad setelah negosiasi dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan. Delegasi Iran menilai
alih-alih mencapai kesepakatan bersama Amerika Serikat justru mencari celah untuk keluar dari proses perundingan yang masih berlangsung. Sumber dekat delegasi Iran juga menyebut bahwa kini bola berada di tangan Washington setelah gagalnya putaran negosiasi tersebut. Sementara itu, Presiden Amerika Serikat mengklaim bahwa negaranya telah memenangkan konflik melawan Iran terlepas dari hasil akhir perundingan. Penawaran yang diajukan Amerika Serikat disebut Washington sebagai penawaran terakhir dan terbaik. Meski belum
diterima oleh pihak Iran. Namun, Israel menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa proses negosiasi belum menghasilkan kesepakatan apapun antara kedua pihak. Di sisi lain, Israel dilaporkan terus melanjutkan serangan di Lebanon Selatan yang menewaskan sedikitnya 13 orang dalam beberapa insiden terbaru. Kiran menegaskan akan terus memantau perkembangan kawasan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan [musik] berbagai pihak.
Komentar