Anda kembali di breaking news pemirsa, kita akan lanjutkan perbincangan dengan Pak Satrio Aris Munandar. Pak Satrio, ini ada tiga hal menarik yang kita dapatkan dalam informasi terkini dari Islam Abad ini. Mengenai yang pertama Iran dilaporkan bersedia menghentikan sementara pengayaan uranium di atas 20%. Lalu ada yang kedua mengenai AS yang membuka kembali akses Iran ke sistem perbankan Swift untuk bisa Iran mengekspor mengimpor minyak untuk perbaiki perekonomian domestik. Sementara yang ketiga adalah Iran yang
telah menolak pembubaran ee pasukan KUTS oleh Amerika Serikat. Nah, ini kita bahas yang pertama mengenai ee yang Iran yang telah menerima ee pengay apa menghentikan sementara pengayan uranium di atas 20% ini menurut Anda seperti apa? Baik ee saya kasih konteksnya dulu. Uranium itu dalam energi nuklir sebetulnya bukan suatu yang berbahaya ya. Tetapi untuk membuat senjata nuklir ya kan itu uranium harus diperkaya sampai tahap tertentu kan gitu kan. Baik. Nah, Iran itu sudah mampu memperkaya uranium sampai ke tingkat
menurut pihak Amerika dan Israel diambang dikit lagi jadi senjata nuklir kan gitu. Makanya ee minta supaya ee dikurangi tidak boleh memperkaya. Saya enggak tahu ya kalau sebetulnya Iran tuh dengan 20 memperkaya 20% itu sebetulnya ya ee sesuatu yang konsesi bagi Iran ya. karena dia sudah mampu lebih dari itu. Kalau membuat dia sudah menurunkan 20%. Tetapi apakah Amerika mau? Karena Amerika sejauh yang saya tahu tuntutannya bukan 2% mungkin malah 0% sama sekali tidak boleh memperkaya uranium sama sekali.
Baik dengan alasan nanti bisa jadi sen nuklir segala macam. Nah, itu jadi eh saya tidak tahu apakah Amerika akan mau menerima kan 20% itu belum tentu e saya yakin belum akan diterima oleh Amerika karena Amerika tuntutannya mungkin 0% bukan 20%. gitu ya. Jadi ee itu sebetulnya ee menurut Iran itu sudah cukup berkonsesi tapi enggak tahu Amerika gitu. Saya pikir itu. Heeh. Baik. Lalu mengenai ini yang pembuka kembali akses Iran ke dalam sistem perbankan Swift yang ini secara terbatas agar Iran bisa mengekspor minyak guna
mengatasi krisis energi domestik mereka. Ini menurut Anda akan seperti apa ke depannya? Baik, itu sebetulnya ee akses ee sistem finansial seperti itu itu memang bagus. kita Indonesia juga ikut sistem itu. Tetapi ada dua ada dua sisi. Di satu segi itu seperti ee diberi kemudahan, tapi itu juga pada saat ee dianggap Iran atau siapapun dianggap bertentangan dengan kepentingan Amerika itu bisa langsung di-cut. Hm. Jadi karena Anda karena Anda menggunakan sistem yang dipakai Amerika, Amerika bisa mengcut Anda. Tiba-tiba aset Anda
dibukukan. Ya, kayak sekarang kan aset Iran kan dibegukan kan di yang di Amerika, yang di mana-mana itu karena apa? Karena waktu itu Iran masih makai sistem itu. Sesudah pengalaman pahit dibekukan asetnya oleh Amerika maka Iran kemudian beralih ke sistem yang bukan sistem yang dipakai Amerika. sistem barter ya kan lewat jalur-jalur di bawah tangan ya kan jual minyak dengan cara barter doer dengan ee yang k jadi tidak makai tidak makai cara itu. Jadi itu di satu segi sepertinya bagus tapi juga ada
sisi lain yang apa ee bisa justru bisa mengancam Iran karena sewaktu-waktu Amerika enggak suka bisa langsung cut cut cut cut e nah kan itu itu gitu itu yang mengenai masalah itu. Baik, Pak Satrio. Ini dari dua hal tersebut yang tadi sebenarnya informasi yang kami dapatkan ini adalah kesepakatan yang sementara sudah dicapai antara Amerika Serikat dan Iran. Namun ternyata ini pihak dari Israel jelas-jelas menolak terjadinya dua kesepakatan tersebut. Ini menurut Anda, apakah hal ini sudah diprediksi sebelumnya?
Kalau dari sudut pandang Iran pasti mereka sudah tahu. Mereka sudah tahu pasti apapun kesepakatannya Israel tidak akan puas. H. Nah, Israel itu kan ee tujuannya kan menghancurkan Iran betul-betul ya. Artinya menggulingkan pemerintahan Islam Iran ya kan. Membuat Iran ee lemah selemah-lemahnya, syukur-sukur bisa dipecah belah segala macam. pokoknya ee suatu kondisi di mana Iran dianggap masih berpotensi untuk membuat ee senjata nuklir, bisa bertahan, bisa mempunyai pengaruh di Timur Tengah itu sama sekali tidak bisa diterima oleh
Israel. Jadi karena perundingan ini kan ujungnya kan ee artinya pemerintah Islam Iran kan ee bertahan kan ya kan secara apa secara faktual mereka ee tidak tidak runtuh ya kan. Airan akan berjalan terus dan satu saat juga akan bangkit lagi. Ini segala macam segala macam kerusakan atau korban-korban akibat ini kan nanti perempuan akan pulih. Nah, bagi Israel ini soal waktu nih tetap Iran diap sebagai satu ancaman dari sudut pandang Israel. Nah, masalahnya Amerika ini kan pemerintah Trump ini sangat ee sangat
dipengaruhi Israel ya kan. Iya, betul. Ee mungkin melalui Trumpnya sendiri yang apa namanya ee dan Netahu yang sangat ee piawai dalam mengarahkan Trump kan gitu kan. Nah, apakah kalau misalnya IR Israel katakanlah misalnya mau merusak ini kan dia ee dengan mudah Israel bisa melancarkan serangan-serangan terus misalnya ke Lebanon misalkan ke mana? Jadi semua kesepakatan ini bisa rusak gitu loh. Jadi kuncinya adalah gini, apakah Amerika mampu mengendalikan Israel supaya tidak melakukan langkah-langkah yang merusak
kesepakatan? Nah, ini ini juga pertanyaan besar ya. H karena Iran sendiri sebenarnya juga tidak yakin. Ini kalau kita sepakat nih nanti misalnya ee Israel macam-macam emang Amerika bisa ngatur Israel kan gitu kan ya kan. Israel punya kekuatan lobi Yahudi yang kuat di Washington ya kan. Eh sedangkan banyak para politisi Amerika sangat tergantung ee dari dukand-dungan lobi Yahudi. Jadi itu sangat kuat pengaruhnya baik di pemerintahan Partai Republik maupun Partai Demokrat. Jadi, jadi Israel ini satu faktor yang faktor yang bermasalah
yang bisa merusak. Nah, kita belum tahu seberapa jauh Amerika bisa menjamin bahwa Israel tidak akan macam-macam. Nah, ini ini saya juga meragukan. Israel ee bisa diatur tuh saya juga meragukan di bawah kemunan Netanyahu yang ee tidak kayaknya tidak sangat liar ya melanggar hukum internasional membombanon habis-habisan begitu aja dan sering menyerang sasaran-sasaran sipil. Nah, ini ini yang saya ee satu hal yang tanda tanya besar gini karena bagi semua pengamat okelah lu kesepakatan Amerika Israelnya gimana? Nah, ini Israel ini
faktor yang bisa menjadi penggagal dari semua acara itu. Baik, Pak Satrio tadi selain Selat Hormus yang menjadi ganjalan dalam ee kesepakatan kali ini, ada juga poin mengenai pembubaran pasukan KUTS yang dituntut oleh Amerika Serikat untuk dibubarkan. Nah, ini menurut Anda, apakah hal tersebut adalah ee hal yang akan sulit dicapai kesepakatannya dengan Iran mengenai hal ini? Jadi, sudut pandangnya begini. Kalau dari sudut pandang Iran ya. Hm. Iran ini lagi dikepung sama kekuatan besar super power namanya Amerika
Serikat dan Israel yang adalah kekuatan militer paling kuat di Timur Tengah. Katakanlah begitu dengan militer yang paling canggih di Timur Tengah dikeroyok sama dua kekuatan itu. Nah, dalam kondisi dikeroyok Iran disuruh melucuti pasukannya sendiri. Itu pasukan K lu bubarin. Nah. Nah, itu kan sama juga lu udah dikepung, udah dibom habis-habisan. disuruh mengurangi kekuatan lagi. Nah, bagaimana logika bagi Iran kan berpikirnya loh gua tuh lagi diancam habis-habisan udah lagi diancam mau digulingkan, gua disuruh melepaskan
kekuatan gua kan gitu membuang lagi kan gitu. Nah, itu jadi ee bagi Iran kan itu juga enggak mungkin karena itu ee itu dianggap akan melemahkan kekuatan dirinya sendiri. Apalagi di dalam negeri harus dipikirkan juga bagaimana pandangan ee apa namanya ee yang domestik dalam Iran sendiri. Karena kalau Iran menyerahkan itu dianggap oh jadi Iran kalah dong. Apa ee mau kok mau aja Iran menyerahkan kekuatannya sendiri kan gitu kan gitu. sudah dikepung, sudah dibom habis-habisan, masih disuruh menyerahkan kekuatannya lagi.
Jadi, ini yang menurut saya akan sulit diterima Iran dan ee itu tadi bagaimana dia ee kalau toh Iran mau bagaimana menjelaskannya kepada domestik karena dari kelompok-kelompok Iran yang ee masih sangat keras, mereka pasti tidak akan mau terima itu w dibubarkan gimana kan gitu. Kira-kira begitu ini agak mirip ya apa namanya dalam kondisi dengan Lebanon atau Hamas kan gitu kan. Hamas disuruh dilucuti lah. Padahal kok di Palestina itu kekuatan satu-satunya yang masih melawan Israel ya Hamas itu kan gitu. Kalau Hamasnya dihancurkan
dilucuti Isra Palestina enggak punya apa-apa lagi kan gitu kan. Sama kayak Lebanon Hizbullah mau dilucuti. Nah satu-satunya kekuatan Lebanon yang bisa menahan Israel ya cuma Hizbullah ya. Tentara Herbun enggak bisa apa-apa. Yang lain enggak bisa apa-apa gitu. Jadi kalau disuruh lucu artinya kan disuruh telanjang gitu kan orang udah udah posi udah dibom bisa-bisa disuruh lebih telanjang lagi enggak punya apa-apa lagi. Nah itu. Nah itu yang bagi ee bagi Iran kan sesuatu yang ee absurd ya. Kita sudah dikepung, dibom segala macam,
masih disuruh meny membubarkan pasukan kita sendiri kan gitu kan. Nah gitu loh. Ini begitu kira-kira sudut pandang Iran. Baik, Pak Satrio. Ini bahkan kami baru mendapatkan informasi juga bahwa perundingan yang berlangsung di selama 4 hari ini ee telah dinyatakan gagal mencapai kesepakatan. Apakah hal ini juga telah Anda prediksi akan terjadi sebelumnya? Namun usaha berikut Pak Satrio kita akan bahasnya. Tetaplah bersama kami di Breaking News. Pakistan menjadi tuan rumah bagi pertemuan tingkat tinggi antara
perwakilan Amerika Serikat dan Iran yang membawa jumlah poin terkait ketegangan panjang antara kedua negara. Dan pertemuan ini menarik perhatian dunia serta memicu pertanyaan mengenai siapa saja yang hadir dan agenda apa yang sedang dibahas. Dan berikut kami hadirkan informasinya. Tokoh kunci dari Pakistan yakni Sebas Syarif Perdana Menteri, Ishak Dar, Menteri Luar Negeri, dan Jenderal Asim Munir, Kepala Angkatan Darat. Sementara delegasi Amerika Serikat diwakili oleh Jaret Kusner, menantu dari Presiden
Trump, JD Fens, Wakil Presiden Amerika Serikat, dan Steve Witkov yakni seorang diplomat atau utusan khusus. Delegasi Iran juga hadir Muhammad B Galibav, ketua parlemen, Abas Arakci, Menteri Luar Negeri, serta Muhammad B Zolg Gedar yang merupakan Dewan Keamanan Nasional. Tuntutan Amerika Serikat ini di antaranya adalah penghentian pengayaan uranium, penghentian dukungan milisi di Timur Tengah, kebebasan navigasi di Hormus, pencabutan sanksi sebagai imbalan. Sementara tuntutan dari Iran. Kompensasi
bagi korban perang, pencabutan semua sanksi, penutupan pangkalan Amerika Serikat diteluk dan jaminan Iran tidak akan diserang lagi. Kita akan kembali berbincang dengan Pak Satrio Aris Munadar. Pasatrio ini informasi terbaru telah gagal mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran ini sesuai dengan ee prediksi Anda dan ini apakah selanjutnya benar bahwa kata Anda ini adalah Amerika Serikat ini seperti menarik nafas untuk melancarkan serangan yang lebih besar ya ee kita harus memahami doktrin trump
ya. Trump itu taktiknya begini, sambil negosiasi ya kan diplomasi sementara itu kekuatan militer tidak bergerak terus. Jadi sementara jeda genjatan senjata ini Amerika melakukan rotasi kekuatan ya. Pasukan-pasukan yang sudah kecapekan diganti dengan pasukan baru ya kan. Kapal induknya yang tadinya rusak diperbaikin ya kan. Kemudian dia melakukan pergerakan-pergerakan militer tetap mengepung Iran kayak gitu ya. Jadi ee tidak bukan berarti bahwa diplomasialu menghentikan ee kesiapan militer. Bukan. Justru Amerika
memanfaatkan jeda ini untuk mungkin memperkuat militernya kan gitu kan. Yang tadinya ketet kecapekan ya kan dalam perang kan selalu begitu kan. Kocar-kacir kena kena serangan rudalon. Sekarang dia mensuplly lagi mengirim amunisi pasukan segala macam. Jadi namanya kalau istilahnya namanya menggunakan taktik maksimum pressure, tekanan maksimum. Jadi tangan kiri berunding, tangan kanan siapin ee ee senjata dengan siap dipelatuk, siap menembak. Jadi gitu berunding di sebelah kiri kanan. Jadi gitu. Nah, dengan
kegagalan ini ee Amerika mempunyai ee dalih atau alasan untuk melakukan ancaman-ancaman yang sebelumnya diomongan oleh Trump. Baik. e membom e segala macam fasilitas segala macam itu yang jadi ee masalah kita sekarang gitu. Dan artinya perang akan lebih lama ya kan artinya perang akan terus berlanjut dan kita enggak tahu nih selat hormus ni akan terbuka kapan gitu. Baik terima kasih Pak Satrio Aris Munandar. Kita nantikan bersama ini seperti apa langkah selanjutnya akan dilangsungkan oleh Amerika Serikat dan
juga Iran. Terima kasih sudah bergabung bersama kami di Breaking News TV One Pak Aris. Terima kasih. Sama-sama. Dan pemirsa beragam informasi lainnya mengenai perang di Timur Tengah akan kami hadirkan usaha jedah berikut. Tetaplah bersama kami di Breaking News.
Komentar