Detik kembali lagi masih di detik pagi. Jangan lagi. Meriah banget hari Jumat ini. Wuh. Itu dia. Dan sesuai janji sebenarnya kalau kita akan cuma berdua aja tapi kita kedatangan bintang tamu. Betul. Yang satu ini beneran bintang. Ini ada bintangnya ya. Uh. Uhuh. Uh, mau tungguin ini tiba-tiba ini banyak. Iya, biasanya biasanya tuh agak-agak sedikit silent di studio ini. Tiba-tiba juga riuh ya studio kita kali ini. Bagus karena pada semangat biar pada melag ya. Pagi hari ini kita mengajak
semua The Cers yang lagi pada gabung nonton kita buat bisa ikutan interaktif. Betul. Karena The Tickers hadiahnya adalah 2 gr emas Antam yang masing-masing tentunya satu pemenang akan mendapatkan 1 gramnya ini ya. Dan caranya gampang aja dari sekarang kamu nonton kita deh. Nonton habis itu apa? Selfie. Selfie. Kamu buktiin sama kita bahwa iya loh, gua lagi nonton nih detik pagi bersama dengan e Antam ya. Nanti selain itu kamu tambahin dong yang namanya pantun. Pantun tentang Antam, tentang detik pagi. Bebaslah. Yang
paling menarik pantunnya nanti kita akan berikan ini dengan catatan kamu harus udah follow dan juga mention ya ke @antamlogamulia@detikpagi dan juga @detikom itu caranya ya. Jadi sekarang nih misalnya kamu lagi lihat dari handphone kamu nih lagi nonton detik pagi. Oke. Kamu pinjam handphone teman kamu, kamu sandingin nih muka kamu sama ee layar handphone kamu terus kamu selfie gitu kan cekrek. Habis itu kamu bikin caption-nya tentang ee pantunnya tentang Antam. Habis itu kaming detect sekali lagi ketiga akun
Antam Mulia ID kemudian ke @detikpagi dan juga @detikpagi @detcom. That’s it. Udah tungguin aja karena siapa tahu nanti di akhir kita kasih tahu siapa tahu kamu pemenangnya untuk mendapatkan 1 gram loga mulia. Oh my God. Ya. Dan per hari [berdehem] ini adalah di berapa sih harganya? Mendingan kita ngobrol-ngobrol lebih lanjutlah sama orangnya. Nah, ini yang ini bintangnya buat gue. Doi mengkilat banget. Ora ini bintang-bintang bintang-bintang berikan cayamu. Wow. Ayolah kita akan kenalkan ya sudah
hadir di studio kami The Tickers ya direktur komersialnya Antam. Bentar beliau kayaknya sibuk banget dari tadi kayak banyak banget yang harus diurusin. Benar, benar, benar. Karena pagi-pagi sudah kita culik itu sih resikonya ya. Benar, Ben. Benar. Padahal mungkin harusnya dia banyak kerjaan pagi ini, [tertawa][terkesiap] tapi mampir melipir ke kantornya Detikcom. Luar biasa. Gimana enggak? Karena yang kita hadirkan adalah direktur komersial Antam. Please welcome Pak Handi Susanto. [berteriak] Selamat pagi Pak Handi.
Pagi. Pagi, Pak. Pagi. Ao. Dan juga kita boleh panggilnya Mas Handi aja karena kita masih sangat muda. Sorry banget. Aku kan begitu ngelihat nama sih kayak wah direktur komersialnya lagi gitu kan. Begitu ketemu orangnya mohon izin. Heeh. Benar. Mudah banget. Betul. Memang mungkin e Mas ini tuh bikin insecure tetangga-tetangga ya yang orang tuanya tuh kayak tuh lihat Handi umur segitu udah jadi direktur komersial. Iya gitu kan. Kamu tahu kan tetangga-tetangga kamu yang seumuran tuh akan kepresure sama
kamu tahu kan? Ben mohon maaf [tertawa] gua juga enggak tahu. Kita santai aja ya. Kita santai aja. Kita santai aja ya. Mudah-mudahan juga sekarang tetangga-tetangganya pada sabar semuanya ya nonton Mas Handi ada di sini karena akan tambah pressure ke tetangga-tetangganya [tertawa] ya. Iya iya Mas tapi terima kasih sudah mau main ke sini. W my pressure. Seru banget. Ini definisi dirimu adalah selaku direktur komersial yang sama emas-emas mengkilatnya shining-nya sama seperti Mas. Amin. Amin. Amin. Emang harus dipresent emas ya.
Itu itu terutama Mas Antam ini ya. Benar. Benar. Benar. Baik Mas Nandi langsung aja ya. Kayaknya ini udah bukan cuma setahun 2 tahun [berdehem] ini ya. Kita semua nge-war selain tiket konser nge-wor emas batangan dari Antam. Uh. Tapi kemarin aku ngobrol sama temanku juga. TemanK adalah salah seorang selebritish lah ya yang doyannya dia investasinya memang di emas. Bagus, bagus. Bukan e di desainer beg. Yes. Namun dia secara gamblang stated kalau gua cuman mau Mas Antam karena dia di mana pun itu pasti harganya selalu
sama, stabil dan ya udah udah paling paling yakin, paling terjamin itu adalah Mas Antam katanya. Betul ya. Jadi memang yang ya kalau misalnya kita ngomongin soal e emas batangan gitu, L mulia gitu ya, apa sih kalau yang yang pop in your mind pasti Mas Antam gitu kan ya. Pertanyaannya langsung aja why kenapa kemudian Mas Antam tuh selalu menjadi pilihan nomor satu dari semua warga di Indonesia? Primaadona [tertawa] sebelum kita keluar ya lagu itu se-Indonesia. Se-Indonesia seluruh dunia bahkan ya.
Oke, thank you pertanyaannya nih. E Om Mario, Mbak Indendi, salam kenal [tertawa] ya. Jangan panggil aku om, panggil aku om. Udah cocok kalau Om memang [tertawa] Mas Ario. M ini makasih e pertanyaannya dan sebuah kehormatan buat saya mewakili Antam bisa hadir di podcast detik pagi ini. Oh enggak dong. Kita yang justru happy. Oh ini kayak cewek lagi puji-pujian. Enggak kita makasih [tertawa] Masud kita emang kalau kepancing tuh agak lama nanti durasinya jadi kayak enggak penting bahasanya. Padahal ini
bahasan yang sangat penting loh ya. Nah, pertama ee nanti minta tolong saya direktur komersialnya dipanggil lengkap. Kalau enggak entar sialnya doang kena. Oh, [tertawa] direktur komersial. Jangan direktur sial. Nah, jangan jangan amit-amit ya. Amit-amit banget. Enggak cuan kita nanti ya. Nah, kenapa ya Mas Antam itu kok jadi magnet buat masyarakat? Ee despite kita tahulah di sosial media juga dari tahun lalu susah dapat Mas Antam gitu kan. Ya, mungkin kalau saya dari sisi Antam memaknainya adalah itu suatu bentuk
kepercayaan masyarakat kepada kita. Nah, rasa cinta, rasa kepercayaan. Makanya juga wih di sosial media itu banyak banget kan ee orang bentuk ekspresi kekecewaan lah saat enggak bisa dapat barang. Kenapa sih gitu kan ya? Karena bedanya emas Antam sama yang lain adalah mungkin kalau kadar ee sama-sama 99,99%. He. Yang lain pakai kadar SNI atau gitu ya akreditasinya. Kalau kita itu semua ditambah LBMA. Apa itu LBMA? Itu adalah suatu akreditasi dari London Bullan Market Association, suatu asosiasi global yang memang
institusi tertua kredibel di bidang emas. Maksudnya apa akreditasi LBMA? Artinya tidak hanya bicara kadar 94 kali, tetapi juga bicara tentang responsible gold sourcing. Artinya sumbernya terpercaya, asal-usul barang itu dibuat terpercaya. Artinya emas itu tidak hanya memberikan kualitas kadar tertinggi ee dan kemudian juga memberikan rasa aman untuk dimiliki. Emas yang halal lah. Emas yang halal, emas berakhlak. Jadi rasa tenang memiliki itu. Apa maksud TLBMA? Bebas dari chart labor, bebas dari ey
laundering, corruption. ee tindakan corruption dan juga tidak menggunakan bahan-bahan yang dapat mencemarkan lingkungan. Jadi itulah kenapa mahalnya Antam dan kenapa kita punya placement tersendiri itu karena juga ada LBMA. Hal lain karena tidak bisa ditawar dan dipungkiri bahwa brand Antam adalah brandem paling tua di Indonesia. Brand Mas yang juga karena bawa nama Antam otomatis bawa nama negara juga. He. Jadi itu brand negara, brand kebanggaan Indonesia yang sudah menemani perjalanan masyarakat Indonesia sejak tahun
sebenarnya cikal bakalnya. Cikal bakal itu Antam Loga Mulia sejak tahun 1930 bahkan. Jadi hampir satu dekade. Kemudian pabrik kita di Indonesia itu yang di sekarang di Pulau Gadung itu sejak tahun 9 kalau enggak salah. Jadi sudah hampir 56 tahun. Kita dapat LBM sejak kapan? Sejak tahun 1999 Mbak Indi Masario. Jadi sudah hampir 26 tahun kita dapat LBMA. Nah, itulah reputasi panjang itu yang mungkin membuat masyarakat tetap percaya Antam begitu. Wow. Jadi, no wonder ya, kenapa kalau Mas harus antam gitu ya? Makanya kayak
temannya Ario juga kekeh kan ya, harus Mas antam. Jadi sampai beberapa juga aku tahu ya orang-orang yang emang ee kalau ada uang ee mungkin mau menjaga nilai uangnya dengan membeli loga mulia gitu ya. Kalau Mas Antamnya belum dapat, better nunggu gitu. punya yang lain tapi ee mereka enggak pengin jadi akhirnya nunggu aja dulu si Mas Antamnya ini dan juga tapi melihat tadi posisinya bahwa memang ada proses yang dilakukan oleh Antam sampai akhirnya punya posisi nomor satu ya no wonder dari cikal bakal tahun
30-an ya berarti sudah cukup lama juga berkecipun di dunia itu sudah terjaminlah ibaratnya gitu ya sepakjangnya betul dan tadi juga aku senang banget mendengar kayak ibaratnya kita sebagai customer juga nanti ada ada efek sustainability-nya yang kita pilih juga ya karena mungkin Ya, ini juga bahkan mengeliminasi selain tadi ya baru tahu benar juga ya namanya nambang emas kan bisa jadi ada child labor segala macam. I belum lagi ini mungkin akan jauh dari kata-kata mas-mas ilegal gitu ya Mas ya penambangan-penambangan ilegal seperti
itu. Wow emang kalau cewek biasanya kayak gitu y kita kadang pakai kosmetik aja buat yang kayak ibaratnya ada animal testing kita udah enggak mau. Nah mikir yang ini juga akan berlaku ke hal yang sama seperti Mas ini. Setuju. Setuju. Nih Mas ini kalau misalnya kita ngelihat sebenarnya ada perbedaan enggak sih yang bisa kita ee lihat begitu ya antara Mas Antam sama Mas-maskot Mas-Mas Cukin gitu yang ada di Cukin [tertawa] itu apa sih ya? Iya, mas-mas lainnya lah gitu yang berada di publik gitu. Enggak ada lu
nugget. Lu pikir [tertawa] curah enggak ada. What is cukin? Coba enlighten me, Mas. Mas Andi eh cukin juga saya enggak ngerti dari mana asalnya. C diberedari masyarakat. Emas Cukin itu emas yang dimaknai ee dapat dari pertambangan yang mungkin kurang resmi atau kurang jelas kali ya. Cuman I bedanya [berdehem] gimana sih placement-nya? Ya pertama mungkin secara fisik ya. Kalau masukin kan emasnya tu tidak terikat, terafiliasi. Siapa sih yang membuat gitu kan. Terus kasarnya kita nih sebagai ee generasi budaya kasarnya
kalau lu mau komplain, lu mau komplain ke mana? Siapa yang tanggung jawab tuh asli sesuai yang diberitakan itu kadarnya berapa. Itu pertama. Ya. Kedua, tadi rasa tenang memiliki itu penting. Karena jangan sampai gini loh, ada saya yakinlah kita pasti juga punya moral e obligation di mana kalau gue beli barang sesuatu yang asal-usulnya enggak jelas apalagi ada unsur dosanya di situ gitu kan. Takut juga kan maksudnya kita dosa kita nambah kaya tapi pakai e apa at the cost of others. Nah, itu yang aspek ISG. Siapa sih yang
enggak enggak aware tentang ISG hari ini? Itu juga kita perlu ee apa namanya? sikap [mendengus] sehingga secara komplain lu kalau mau komplain komplain ke mana? Kedua, secara ee asal usus sumbernya belum tentu bisa dirack dari mana datang datangnya. Ketiga, sebagai warga negara Indonesia apakah Mas Cukin itu sudah bayar pajak, sudah bayar kontribusi ke negara? Kalau kita antam sebagai BUMN, enggak mungkinlah kita pasti kita setor ke negara karena memang keberadaan kita selain melayani sepenuh hati ke
masyarakat juga untuk memberikan kontribusi kepada negara. Nah, kembali tentu ini ee Mas Yukin yang saya pahami secara tradisional di beberapa daerah Mas Aro itu memang suatu sudah menjadi apa ya mungkin ada menjadi suatu kebiasaan ya beli emasnya emas yang begitu. Nah, itu enggak bisa ditampiklah karena kan terbentuk dari jangka waktu yang cukup panjang. Nah, cuman saya mencermati di pasar [mendengus] kemarin tuh kan sempat ramai tuh kasus Nganjuk yang dari Bares Krim kalau engak salah ya. Nah, itu kan sempat ee apa dugaan TPPU
lah gitu kan ya. itu dari situ seperti masyarakat dan pemain di sektor emas 1 Indonesia sadar tuh bahwa not totally right untuk ee aspek itu. Jadi mereka juga sekarang berhati-hati makanya masyarakat pada akhirnya memilih sendiri emas seperti apa sih yang mereka mau beli? Apakah mereka juga berkontribusi kepada negara dan juga menegakkan hal-hal yang memang seharusnya kita percayai sebagai value dalam hidup itu [berdehem] mungkin. Tapi sebenarnya kalau dari aku pribadi, aku ngerti banget sih ya buat masyarakat itu yang
paling simpel adalah ketika mereka itu beli emas, mereka bisa make sure kalau emas itu bisa dijual dengan harga setinggi-tingginya. Ibaratnya kayak gitu kan. Ee enggak jatuh harganya. Nah, gimana caranya mereka buat meyakinkan supaya harganya itu enggak jatuh? Ya, harus ada certified-nya gitu ya. Harus ada sertifikasinya. Nah, sedangkan sertifikasinya dilihatnya dari mana juga kadang-kadang kita tuh enggak tahu loh. Susah juga. Kumaha tah eta pisan eta teh ceuk urang mah demi Alek tah keure cili aing nu ieu mah aya CTIF
appna. Iya betul. Jadi aku juga baru tahu nih ya di-download aja tickers ya. Kemudian nanti kamu bisa scan aja tuh di belakangnya. Betul. Jadi sudah pasti terjamin kalau misalnya dia sudah tersertify. Heeh. Jadi dari tadi aku gini-gini aku mau itu jadi ada tulisannya nanti certified. Benar gitu. Tapi e Mas Andi jadi eh apakah mungkin ya ya sebetulnya it’s kind of makes sense sih ketika ada orang bilang memang harga Mas Antam ini kurang lebih jadinya jatuhnya lebih tinggi. Tapi bukankah harga Mas
sebetulnya sama aja tapi jadi gimana nih dengan ee dengan e image masyarakat yang seperti itu? Apakah memang ada perbedaan harga yang dipunyai sama e Mas Antam atau sebetulnya relatif sama aja? Alright. Oke. Eh itu that’s like a million dollar questional media saya now. Give me the million. Wow. Ini langsung jadi buat aku, Teman-teman. Thank you. One billion dollar question. Sekali [tertawa] lagi ada questionnya bukan 1 milliion dolar rup eh 1 million money ya. Jadi mungkin gini Mbak Indi em
gue sih ngelihatnya gini. Pertama balik ke yang tadi pertanyaan sebelumnya ya. Mas Antam versus Mas Brand lain. He. Kalau kita ada predikat LBMA tes aja deh masyarakat tes aja kelu ke luar negeri lu coba jual tuh mas-mas merek lain laku enggak? Kalau laku at what discount lu coba cek. Tapi kalau udah LBMA masih terdaftar di LBMA dan itu mana bisa dicek di website LBMA sendiri lu coba cari Antam itu cuma the only one in Indonesia dari Indonesia yang certified BMA meaning tu emas liquid enggak hanya di
Indo tapi misalkan lu butuh dana amit-amit lagi di luar negeri lagi ng rantau bisa dijual at any place anywhere in the world karena sudah ada LBM nah so eh pricing kita kemudian gimana sih kok bisa di capnya emasnya e yang paling tinggi harganya gitu gitu kan. Karena memang kita memplacing produk kita tidak sama dengan yang lain karena ada value yang kita jual di situ. Of course kalau ngomong harga ya gue sih terbuka aja l ya pasti pertama harga Mas Dunia udah pasti and then kemudian kurs karena kan belinya pakai dolar kemudian
ada ee apa namanya kurs rupiah USD per IDR and then kemudian komponen-komponen lainnya yang normal yang kebayanglah maksudnya komponen transportasi gimana kita ngambil dari sumber bawa ke pabrik kita kemudian kita olah di pabrik kita kemudian kita jual lagi ke e butik-butik kita channel resmi itu kan semua ada biayanya ya dari situ edap sama kemudian pasti compliance cost enggak mungkin eh let’s be realistic ISG pasti ada cost dan untuk tata kelola yang baik memastikan sumber yang baik itu semua
pasti ada cost-nya ya tentu kita makanya placing produk kita tuh enggak bisa juga serendah dengan mas-mas brand lain ya tapi itu sesuatu yang masyarakat beli adalah trust dan kemudian coba mungkin kalau 2 tahun terakhir brand-brand lain agak enak nih gua bilang maskitnya enggak bisa dijual coba lu sebelum 2 tahun terakhir bisa enggak buyback atau lu jual kembali ke pasar di Indonesia aja dengan cukup liquid tertentu. Toko yang mau terima emas misalnya lu beli merek A, lu mau jual lagi tuh A ke tempat lain? Belum
tentu. Maunya ke toko yang e awal lu jual. Iya. Beda mantam. Lu mau jual di mana pun Indonesia atau in the world laku. Benar. Coba buktiin aja entar detikers misalnya iseng nih bawa emas santam lagi ke luar negeri nih. Lu bawa deh ke toko emas itu harganya berapa? Brand lain berapa? Coba lu entar lu posting lah ya. Entar gitu silakan buktikan sendiri. Iya. Sekarang mau bagaimanapun kalau kita ke luar negeri pun orang-orang luar tuh hanya tahunya Antam doang gitu. Ibaratnya [tertawa] yang brand lain mungkin mereka
enggak tahu karena yang trustable yang mereka tahu ya it’s onantam gitu. He. Sampai ada spekulasi bahwa emas batangan ya Antam gitu ya. Jadi kayak Antam adalah the only emas batangan gitu ya. Mereka tahu gitu tah. Ini juga udah banyak yang komentar di TikTok kita. Ada Diandra pagi, “Wi Antam katanya emas kebanggaan mantap Antam gitu katanya.” Ada yang nanya juga beli di mana ya Mas Antam? Oh, jadi curhat ya. Oke, nanti nanti [tertawa] kita jawabanti jawab. Beberapa waktu lalu di Blok sempat
terjadi antrian ya kalau boleh jujur. Mungkin itu juga pertanyaan berdasarkan pengalaman dia. Gua enggak mau ngantri kalau boleh tahu belinya di mana sabar dulu. Terutama before after lebaran itu udah komen banget lah di Indonesia. So, Mas Andi kira-kira kenapa nih ya yang menjadikan e Mas Antam ini tuh sampai ibarat kata nge-wor-ngewor itu tadi orang kalau mau nyari tuh sampai antre gitu kayak antre sembako. Iya. Dan apakah emang ada kelangkaan apa gimana? Karena orang jadi berebut nih. [menghela napas][terkesiap]
Asik. Buang nafas dulu ya. Biar kelihatan berat jawabnya. Iya iya iya [tertawa] iya iya iya iya. Kasih jeda kasih buang nafas. Dramatis. Dramatis. Zoom in. Zoom out. Zoom in zoom out. Tapi ini memang pertanyaan yang bikin saya dan tim hampir setiap hari kita dapat komplainan, dapat teguran, macam-macamlah laporan masyarakat. Which is ee kita perasaan yang timbul saat ada pertanyaan ini adalah ee senang. Oh. Kenapa? Karena orang komplain atau orang eh apa namanya? Throw out their thoughts gitu ya. Itu kan bentuk kecintaan sekali
lagi karena lu enggak bisa dapat barang ya kemudian pasti lu kecewa. Esp diungkapkan dengan berbagai macam. Nah sekarang ee kenapa sih susah dapat barangnya Antam? Well, jawaban paling simpel yang gue bisa share adalah di mana itu naiknya enggak apa enggak ngotak ibaratnya. Di mana tuh naik shoot langsung begini lah suplly kita. Padahal kan supply kita balik lagi kita perannya bukan cuman jual emas tapi connecting mind to market. Jadi dari tambang kita connecting ke market. Nah kemudian begitu di mannya naik lah
kan kalau diman naik misalkan dari satu menjadi 10 dalam sehari lah nambang kan enggak bisa gitu. Nambang kan ada terikat dengan ketentuan lingkungan, ketentuan aspek produksi. Iya. Jadi kan enggak bisa lu pencet langsung kayak lu di man naik. So that’s why itu jadi scarseti, jadi langka. He. Nah, kemudian kalau di tahun lalu edisinya memang ee kita bersama dengan pemerintah kita ingin untuk mengurangi devisa negara yang kuat. Kan kalau misalkan sebelum ee tahun-tahun sebelumnya itu Antam cukup
banyak juga mengimpor emas dari luar negeri sebagai bahan baku karena domestik enggak ada yang mau jual gitu. Domestik terikat dengan kontrak mereka sendiri untuk jual ke luar negeri. Karena penambang di Indonesia yang gue tahu itu adalah atau menurut keyakinan gue gitu. [tertawa] Asik asik asik. Ada di GBK nih. Gaul emang gaul ya. Oke. Jadi penegeri itu katanya didanai oleh bank asing misalkan sehingga dia minjam. Minjam berarti kolateralnya, agunannya adalah hasil tambang dia sehingga dia mesti jual ke luar negeri lagi.
Oh emang gitu ternyata. Iya sebagian begitu sebagian besar. Makanya Antam susah nih dapat barang dari penambang dalam negeri. Nah tapi kan pemerintah tahun lalu bagus tuh ngeluarin peraturan PMK berapa? 80 kalau enggak salah yang basically kalau lu mau ngekspor lu kena 10% ya kurang lebih lah 7,5 sampai 15% tarifnya. Nah, itu membantu Antam juga untuk memetakan kembali sourcing domestik. Dan alhamdulillah kper sekarang ini kita sudah dapat kontrak dengan penambang-penambang besar. Lu sebut top three mining in Indonesia itu udah sama
kita ya. Top three mining di Indonesia udah sama kita. Maksudnya kita kan win-win aja lu kalau misalnya keluar kan dia juga bleeding. Karena nambang juga tuh marginnya juga kan ya inilah e dia juga ke kita. Nah, masalahnya kalau kita dari penambang ini tadi ya siklus menambang itu ada waktunya. Heeh. Tapi di naik turun itu tuh sangat volatile. So that’s creates the gap. Nah, sekarang di sosial media susah dapat barang kita. Selain kita orientasinya adalah mencari profit demi negara, kita juga punya peran sebagai
BUMN memastikan pemerataan akses, pemerataan distribusi. That’s why kita berusaha sekuat mungkin untuk bagaimana supaya enggak condong ke misalkan ke butik-butik kita aja yang fisik. Terus kemudian ada juga yang di online marketplace, ada juga sejumlah pihak yang memang punya kontrak resmi sebagai reseller Antam. Ini banyak yang enggak dipahami masyarakat karena narasi sosial media bilang, “Wah, dibutik habis.” Tapi kemudian ada nih banyak orang-orang itu lagi, itu lagi dapat barang, dapat barang. Ya, mungkin
saya ngelihatnya berarti Antam juga punya PR ya untuk mengedukasi masyarakat transparan menjelaskan kita tuh memang ada kontrak sama mitra-mitra kita sebagai reseller resmi. Nah, itu kita mesti penuhi fulfilment tiap bulan dia mesti dapat berapa kilo. Nah, makanya itu yang kita coba peratakan. Nah, ini kan terjadi ee kita coba train error, train error berdasarkan masukan masyarakat kita apa namanya? Kita benahi ini terus kita perbaiki. Mas Ario, Mbak Indi. Contohnya gini nih cerita lucu. Boleh dong. Awalnya ketika emas itu
mulai langka, kita terapkan ee sistem antrian. Mau beli emas hantam jadi ngambil antri yang ke butik kayak lu bikin paspor lah gitu kan. Dan nih set selangan tervisa nih dilihat-lihat nih. [tertawa] Terus terapin udah selang seminggu kok yang datang kita lihat ada yang pakai bus diturunin sekompi. Ada yang pakai mobil HS diturunin sekompi lah. Kok jadi begini berarti kan calo nih jastip jastip kan. Wih, kok jadi gini? Ya udah, akhirnya kita ee lakukan pembatasan lagi antrian online-nya kita sesuaikan.
Ee misalkan untuk yang masyarakat ee usia produktif lah ya itu kita ada kuota. Tapi untuk yang lansia itu kemudian kita enggak ada kuota lah karena kasihan lansia kan bisa dapat prioritas. Udah terapin trial kedua terapin. Kok sekarang yang turun dari bus lansia-lansia [tertawa] gila jangan seri mereka lebih pintar dari lu yang turun dari HS. Iya. Jadi calonnya jangifnya berubah jadi lansia-lansia. Nah, ini kumaha itu kan cara ngbenerin kalau Indonesia tuh ya dikasih apa ada aja akalnya diakalin terus
iya [tertawa] ya kalau kata ini sudah lama lah kita jadi orang Indonesia kita sebenarnya cerdas gitu kan sudah akhirnya kita terapin lag antriannya kita batasi untuk semuanya deh setiap [mendengus] orang hanya boleh beli sekian gram per ee bulan gitu kan terus antrian online kita mulai terapi jadi orang enggak capek berdiri fisik tuh di buting terapi antrian online eh diserang pakai bot eh astagaang [tertawa] pakai bot makanya itu jadiad kan pada ngwor gitu gitu kan. Nah, sebenarnya tanpa buat sendiri itu
memang kacau kayak kurang lebih misalkan gua perdapat laporan dalam sejam misalkan ada jutaan yang ngakses ke website kita buat dapatin antrian dalam 1 jam aja di jutaan dalam jam jutaan itu sejutaan kemudian separuhnya bot hilang separuhnya bot separuh lagi beneran mau ngantri tapi dari 1 juta itu mungkin yang dapat antrian hitungannya puluhan ribu atau belasan ribu aja jadi kan lu kebayang tuh gimana cara ngelolanya emang demandnya tinggi suplainya terbatas ya makanya ada kelangkaan nah cuman cuman ee di sosial media tuh
makanya banyak yang mungkin narasi beredar kurang tepat. Nah, tugas kita Antam ya kita meluruskan. Karena gue tuh kasarnya mm bukan cuma masalah profit, kita juga punya tanggung jawab ngedukasi dan melindungi masyarakat dari praktik percalauan. Gue pribadi, Mas. Kenapa sih, Mas Ario, Mbak Ini sudah dengar lah ya harga Antam berapapun harga Antam di luaran noh nambah 10%, nambah 20%, nambah 30%. Tahun lalu apalagi tuh bisa sampai 30%. Eh, gua sih suka bilang sama e apa tim gua, gue posisi jelas Antam. Lebih baik
kalau kalian para konsumen, theckers ketemu harga kayak gitu, kagak usah beli, tinggalin Mas Antam enggak usah beli. Oh, ya. Mendingan enggak usah beli ketimbang lu kejebak di 30% make up, 20% make up, 10% make up, sabar. Lu mesti beli pada harga yang benar. Harga resmi antam lu bisa cek tiap hari itu di website. Kalau lu ketemu praktik percalon kayak gitu, udah tinggalin. Karena kita mesti memerangi sama-sama. Kalau kita makanin tuh, kita turutin tuh calo hidup terus. Benar. Benar. Engak boleh. Kita mesti berantas.
Benar. Benar. Kita juga jangan sampai menjadi demand-nya mereka gitu ya. Supaya mereka juga menghentikan lah ya. Jadi calo-calo itu. Aduh, ada aja cara ya untuk mendapatkan Mas Antam ini. Eh, tapi tadi menarik banget tuh jawaban tadi tuh one million dollar answer tuh. [tertawa] Karena beneran akhirnya kita bisa memetakan sebenarnya permasalahannya di mana dan juga menjawab mungkin pertanyaan dari netizen kayak ini kenapa gini sih? Kenapa gitu sih? Pertanyaannya eh jawabannya dari Mas Andi tadi tuh menjawab semuanya tuh.
Betul. Karena sebetulnya barusan adalah ee kuliah 3 ST eh 3 SKS FTTM ya, Fakultas Teknik Tambang ITB ya. Iya banget. B tetap jawabannya kembali ke awal bahwa sebenarnya kita semuanya senang karena sekarang masyarakat Indonesia sudah sadar akan pentingnya kemudian berinvestasi di emas gitu ya. Jadi kesadarannya sudah meningkat semuanya. Jadi ya kita semuanya sama-sama happy karena penting sekali untuk berinvestasi. Menurut aku ini untuk masa depan kita yang lebih baik juga gitu untuk sejahtera di masa
akan datang. Dan tadi tipsnya juga aku agree banget ya. Jangan sampai kamu kemakan just in case kamu pengin banget gitu ya sampai akhirnya boleh deh gua beli di lu tapi markapnya sampai 30% itu gila sih ya jangan Mbak Indindi Mas Aaro tahu enggak coba deh perhatiin deh The Tickers juga entar bisa cek ya kalau keperhatiin juga di sosial media yang keluarin narasi-narasi kok ee ada orang itu lagi tuh narasi-narasi sumbang gitu ya itu kalau lu buka akunnya antara dia enggak pernah ngpost enggak pernah ng-post atau semua posnya
itu baru terjadi mungkin 2 bulan terakhir which is ya enggak enggak enggak nuduh cuma mengindikasikan yaitu pesanan atau yang ngpost itu punya toko juga. Jadi pas lu buka oh terima ee jasa titip atau terima ini LM Antam gitu kan. Jadi ya gua kadang-kadang mikir, “Ya ampun Tuhan gini amat sih.” Maksudnya kalau mau ya janganlah. Maksudnya ngerugiin orang membuat berita-berita yang misleading. Karena orang itu lagi itu lagi ada lagi akun suatu akun kalau perhati dipost lagi tuh. Dia setiap kita ngpost 100
post akun itu ngpost yang sama dicopy paste, copy paste, copy paste, copy paste, copy paste. Terus oh my god. Dan kadang mereka tuh lupa kalau satu suara mereka tuh kadang-kadang bisa ngomporin suara-suara yang lainnya gitu loh. Iya kan? Dosa jadinya. Dosa jadinya. Makanya jangan, kalau bisa dipikirkan dulu sebelum ngetik, ya, sebelum dipikirin dulu baik-baik apakah memang ini postingan yang bisa bermanfaat untuk orang banyak atau enggak gitu. Betul. Dan sini aku menyimpulkan bahwa alhamdulillah sekarang ada orang dalam
langsung aja ke Mas Handi. Iya. [tertawa] Iya, benar kok gituak. Maksudnya orang dalam yang mau datang ke media seperti ini [tertawa] kan pagi-pagi loh menyempatkan bangun pagi datang ke sini kan juga enggak gampang. Lihat contekannya rapat banget. Gua aja baca dari tadi kayak rapat guys. Rap guys. Itu kayak bacaan waktu semester akhir ya. Heeh. Gue cuma mau nyampaiin timnya juga enggak kira-kira. Kalau mau ngasih contekan juga jangan kasih sekecil dan serapat ini. Tolonglah mata mata minus ini ya agak
dibantu gitu [tertawa] kayak coy. Boleh enggakaran gua enggak usah dikasih cceakan sama sekali. [tertawa] Fonnya digedein lagi ya. Ya Allah. Oke Mas. Lagi buat beginner yang baru mau baru baru mulai melek sekarang kan juga eranya orang melek finansial juga ya. Mengamankan kayak ee liquidnya gitu. Mungkin ada yang palingping favorit sih ya, apalagi dari dulu kan ya, dari zaman orang tua kita paling e paling favorit itu adalah dalam bentuk emas gitu. Misalnya sekarang nih kita sudah mulai wah kita nih anak-anak Gensi udah pada
mulai kerja, udah pada pengin kayak punya dong punya instrumen emas misalnya gitu. Tipsnya seperti apa sih untuk beli emas fisik atau mungkin ada kayak enggak deh mending digital aja atau gimana kalau dari kacamatanya Mas Andi? Thank you Mbak Indendi. Eh tergantung pertama jawabannya tergantung. Jadi gini kan Gen itu adalah saya pahaminya baru mulai bekerja kemudian mungkin juga anti ribet gitu. Nah, jadi kan kalau misal orientasi kayak gitu ya, lu enggak usah pusing punya emas fisik. Lu beli emas digital
Antam karena Antam punya emas digital kita punya emas fisik digital. Nama aplikasinya brankkas. Berencana aman kelola emas. Oke, download dulu BRB. Oke, silakan Mas ngomong dulu berangkat yuk kita [tertawa] download ya sambil dengar sambil nyimak. Iya. Jadi Brankas itu aplikasi berencana Antam eh berencana aman kelola emas itu adalah emas fisik digital. Heh. Nah, pasti nih entar netizen atau theckers pada bilang, “Eh, kemarin di Cina tuh ramai tuh kasus, enggak bisa nyetak segala macam. Don’t worry, kita bersyukur di Indonesia
peraturan kita lebih advance di mana setiap pedagang fisik emas digital wajib menyediakan 100% underline fisiknya sebelum jualan. Oke. Sebelum jualan. Jadi, secara aturan di Indonesia sudah seperti itu.” Betul. Dan Antam diawasi BAPEPTI dalam hal ini. Bapepti juga itu mengawaskan pengawasan yang ketat. Jadi kalau beli emas fisik digital sama Antam lewat brankkas, kita tuh enggak boleh jualan sebelum kita ngasih tahu, “Gue udah taruh ya misalnya 100 kilo emas fisik gitu. Nah, sebelum itu kita enggak boleh
jualan. Jadi, theckers jangan takut. Kalau lu beli emas fisik digital di branks Antam lu udah pasti ada underline fisiknya.” Itu satu. Kedua, diasuransiin pula. Jadi, el daripada pusing entar liburan. Kan biasanya tuh ada teman gua mau liburan, tapi gua boleh enggak nitip em sama lu ya? Gua nyimpan tempat lu lah. Emang gua enggak mau liburan? Gua [tertawa] selalu doang yang mau liburan gimana sih? Jadi ada kan pusing jadi mau liburan mau pergi jauh. Aduh gua entar amit-amit ya kalau ada apa-apa gimana ya? Udah enggak
usah pusing beli emas fisik digital. Kapan waktu lu butuh emas ya lu bisa cetak fisik. Kapan waktu lu butuh duitnya langsung bisa lu jual. Enggak perlu cetak fisik lagi. Jadi orientasi kita tuh ee untuk program brangkas adalah menyasar generasi atau masyarakat yang mau berinvestasi pada emas tapi tidak mau pusing penyimpanan fisiknya. Kita simpanin 100% backup kita asurasikan juga. Jadi kapan waktu mereka butuh uang? Waduh, Sabtu nih misalkan atau Minggu nih ya, tapi enggak bisa nyetak fisiknya. Emang enggak perlu nyetak
fisik. Kalau butuh duitnya jual aja langsung gitu. Berarti ini bahasa simpelnya adalah lu sama aja kayak nabung tapi kenaikan dan penurunannya itu mengikuti harga emas gitu ya. Iya, exactly. That’s it. Harga harga harga ya lu publish tiap hari diupdate tiap jam 08.30. Nah, tapi kalau bagi orang yang memang demen megang fisiknya ya sok beli emas fisik. I karena gua nyata di keluar gue gue gua yang fisik digital karena gue enggak mau pusing kalau lagi pergi ke mana-mana sama gue juga gitu kan. Tapi ada beberapa memang yang
demen, dia demen gitu suka dilihatin [berdehem] kayak kayak ini tuh kan kayak benar tuh shining shamering emang ees-ebes aja kalau lu banget banget. Tapi aku juga setuju karena aku juga selain tertarik untuk digital kan yo ya ee ini sekarang ada sekte kan aku ibu baru nih ee Mas Andi jadi sekte ibu baru yang setiap bulan anaknya itu dibeliin satu 1 gram ini dimasukin ke dompetnya supaya nanti biaya sekolah semuanya dari itu aja gitu. Nah, menarik Mbak Indi. El kalau misalkan beli emas ee fisik sebulan sebulan
sebulan 1 gram mungkin itu akan lebih kompetitif kalau lu beli emas fisik digital. Oh, nah jadi gini ya. Kalau misalkan Antam nih emas fisik 1 gr sama emas fisik digital 1 gr itu bandingin deh harganya akan lebih murah kalau lu beli emas fisik digital 1 gr. Kenapa? Karena kalau misalnya emas fisik ini kan lu emasnya 1 gr tapi kan bungkusnya sama tuh. He. K. Kemasannya biayanya sama tuh cetakan. Jadi kan biaya kemasannya harus gua bagi ke gramasi emasnya kan. Kalau satu gua bagi 10, satu gua bagi
satu otomatis 1 gram lebih mahal. Heeh. Makanya kalau mas fisik digital kan belum ada belum ada ininya nih. Jadi elat kompetitif. That’s why kalau lu mau ngumpulin gua sih ngajak udah lu cicil setiap bulan program nih sebulan satu. Sebulan satu sebulan satu digital aja. 10 gr ma cak fis ya lu cetak benar ben agak salah ngobrol sama di sini benar dan nanti juga di dompet si ee apa tabungan emasnya juga kan kotaknya tuh lebih gede ya ih cantik 10 gr 10 gr gitu kan [tertawa] mas sebuah jawaban dirimu ke sini please
jangan cuman sekali ini kita tungguin lagi dirimu untuk hadir dengar-dengar mau setiap hari ya besok minimal tiap Jumat dulu ya oh pindah apa ya ke sini ya [tertawa] kayak ketaktir ya Allah. Ya Allah. Kalau seminggu sekali enggak apa-apa. Kalau tiap hari enggak dulu. [tertawa] Mas sekali lagi terima kasih banyak sudah ma ke sini. Sekali lagi e Mas Handi ini adalah direktur komersial. Sekali lagi enggak dipotong komersial [tertawa] Antam Handi Sutanto. Terima kasih banyak sudah berbung sama kita
dan detik nanti juga kita akan umumkan ya siapa yang akan memenangkan giveaway-nya ini. Jadi buat kamu yang tadi ngerasa udah selfie sambil nontonin Indie Ario dan juga Mas Handi ya sambil nyelipin pantun yang berkaitan dengan detik, detik pagi dan juga Antam, kamu siap-siap untuk mendapatkan ini. Kasih pantun apa tadi pantunnya ada yang sudah masuk belum sih? Nanti dicek ya, Teman nanti dicek ya. Nanti dicek dan yang pasti juga harus dibuktikan bahwa kalian sudah follow ya tiga akun tadi gitu. Itu
karena nanti akan ee ya untuk syarat pengambilannya kalau emang kamu ternyata menang. Oke, nih kita tuh punya tagline jadi ikutan tagline kita ya. Boleh detik pagi jangan tidur lagi. Oh, gitu. Terus gua tambahin pantun boleh enggak? Satu [tertawa] boleh mau pantun. Oke. Oke. Boleh. Mau pantun sekarang? Boleh. Boleh. Hidup kesepian tanpa kekasih. Cakep cukup sekian dan terima kasih. Wah, Desi, Desi, Desi, keluarin Desi, Desi, ngambil cucian ke rumah Desi. Cukup sekian dan terima kasih. Iya. Oke.
Baik. Panton andalan. Baiklah. Detik [tertawa] kita dan mentok andalan dan mentok ya. Mentok. Cuma itu doang yang gua bisa. Habis waktu kita akan kembali dengan bintang tamu lainnya. Jangan ke mana-mana bersama kami masih di detik pagi. Jangan tidur lagi. Ye. [musik]
Komentar