Hello Healthy People, jumpa lagi dengan saya Lianita Rohyat di Senen Indonesia Health. Dan Healthy People Campak ini sering dianggap sebagai penyakit anak biasa. Gejalanya yang diawali demam, batuk, hingga muncul ruam merah di kulit. Tapi tahukah Anda, campak ini ternyata bisa berujung pada komplikasi yang serius bahkan kasus kematian jika tidak ditangani dengan tepat. Nah, sebenarnya seberapa bahaya campak, siapa saja yang paling beresiko dan benarkah penyakit ini bisa dicegah? Kita akan kupas tuntas seputar fakta, mitos,
sampai langkah pencegahan campak yang penting untuk kita ketahui. Dan untuk membahasnya sudah bersama saya di studio dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Adelin Intan Pratiwi Pasar. Halo, Dok. Apa kabar? Kabarnya baik, Mbak Lia. Baik, ya. Kita akan bahas campak, Dok, yang saat ini sedang ee apa namanya? Menjadi sorotan banyak orang karena mungkin awalnya dianggap biasa, ternyata sekarang kondisinya KLB. Sebenarnya seberapa serius ee penyakit yang sebenarnya dianggap biasa ini, Dok? Iya, jadi campak ini tuh bukan penyakit
virus biasa sebenarnya. Bukan penyakit virus biasa. Iya. Itu ditandai dari tahun lalu sampai sekarang aja itu sudah ada sampai 10.000 kasus suspek. Lalu sampai sudah 8.000 yang terkonfirmasi dan sudah ada kematian akibat campak ini gitu ya. Begitu juga em kasus-kasus di seluruh dunia selain dia infeksi virus yang seperti demam, batuk pilek saja, tapi juga ada komplikasi yang terjadi sampai dengan ke kematian. Jadi radang otak ada, pneumonia ada. Jadi ini memang bukan hanya infeksi virus biasa. Oke. Jadi ini bukan ee ee apa namanya?
Infeksi virus biasa. Apa ee gejala awal yang biasanya disalah artikan gitu? Orang-orang tidak mengira ini campak ternyata serius begitu, Dok? Iya. Jadi ini penting. Jadi em kalau kita ngomongin infeksi itu kan kita selalu ada fase inkubasi gitu ya. Setelah inkubasi baru ada nanti fase em pendahulu. Lalu kita kan biasanya tahu campak ini dengan ada ruam-ruam yang merah-merah itu ruam-ruam merah di kulit. Nah, sebenarnya ee sakitnya itu sudah mulai sebelumnya, sebelum ruam ini muncul. Iya, betul. Jadi, gejalanya itu tuh
kalau kita singkat tuh biasanya 3 C. He. C itu ada konjungtivities, lalu ada kaf batuk, lalu ada koriza. Koriza itu kayak hidungnya pilek gitu ya. Nah, itu adalah gejala kita sebutnya prodromal. Jadi, gejala yang muncul duluan. Nah, biasanya itu nanti disertai demam. Demamnya tinggi 38 sampai 40 derajat. Heeh. Lalu setelah itu gejala itu agak membaik, lalu muncullah si ruam. Jadi awalnya sebenarnya sebelum demam ada gejalanya. Betul. Jadi gejala-gejala itu yang orang mungkin sering lihat sebagai flu, flu
biasa, pilek biasa. Nah, tapi setelah ee beberapa hari 3 hari sesudahnya muncul ee ruamnya baru oh ini ternyata campak. He. Nah, tapi sebenarnya sakitnya itu sudah terjadi sebelum ruamnya itu muncul seperti itu. Jadi itu yang sering orang kita salah ee memahami, oh ini sepertinya flu biasa, ternyata ini campak, ternyata campak. Tapi bahayanya itu munculnya pada saat gejala sebelumnya apa setelah ruamnya itu muncul, Dok? Maksudnya untuk ee masa kritisnya itu ya. Jadi yang penting itu adalah bahwa
di sebelum ruam itu muncul sebenarnya itu sudah bisa nularin ke orang. Oke. Padahal kita belum tahu ini campak atau bukan karena ruamnya tadi belum muncul ya. Betul. Heeh. Nah, jadi seringki e pas ruamnya aja oh nih campak udah jauh. Padahal sebenarnya kita sudah kontak dari sebelumnya dan itu kita sudah bisa berisiko tinggi untuk tertular bahkan sebelum ruamnya itu muncul. Nah, itu yang sering jadinya penularannya jadi lebih mudah dibandingkan ee infeksi-infeksi virus yang lain. Jadi kasusnya langsung banyak begitu ya
karena tidak belum ketahuan. Ee justru sudah berinteraksi dengan orang-orang. Headang-jalaiknya tidak berinteraksi dulu begitu ya. Itu saran. Tapi kalau kita membedakan e bentol e dari dan juga gejala campak ada e roseola dan juga rubella itu membedakannya gimana, Dok? Hmm. Ya, jadi sebenarnya satu salah satunya adalah ee timing tadi ya. Kalau campak itu tuh kan biasanya gejalanya dulu baru nanti dia akan muncul ee restnya atau ruamnya. Jadi gejala demilek-pileknya dulu baru demullah si ruam. Nah biasanya itu ruamnya
munculnya dari ee wajah kepala baru nanti menyebar ke seluruh tubuh gitu ya. Tidak ada tidak ada apa namanya tempat tertentu ya, Dok ya. Benar-benar ke seluruh tubuh gitu. Iya. Tapi biasanya mulainya tuh dari dari kepala dari leher kayak gitu. Oke. Nah, kalau Rola juga sebenarnya mirip-mirip. E, Rubella juga mirip-mirip. Jadi, sebenarnya yang penting tuh kalau memang sudah ada rest itu tuh mungkin lebih baik ee diperiksa gitu ya. Karena ee kalau restnya sendiri, ruamnya sendiri itu bisa hampir mirip satu sama lain. Bukan hanya
infeksi virus saja, tapi infeksi bakteri juga ada yang r-nya mirip. Jadi ee jadi mungkin ee kesadaran dininya aja. Jadi ketika ada res ya sudah nanti langsung probat untuk ngelihat ini lebih ke arah mana ya, ke arah rubela atau tadi dokter dibilang agak mirip. Tapi kalau yang membedakannya apa, Dok? Apa memang kalau dipegang terasa atau seperti apa rushnya ini? Iya. Jadi kalau secara klasiknya itu adalah dia ee kayak kemerahan terus ada yang emm sejajar dengan kulit, ada juga yang agak menonjol. Nah, tapi itu juga bisa
ditemui di ee sakit yang lain gitu. Jadi kita emang enggak bisa ngelihat dari e ruamnya aja, tapi harus ngelihat dari perjalanannya dia apa dia duluan, emm gejala apa duluan yang muncul, timing demamnya, timing muncul rest-nya, itu juga ee penting untuk e membuat diagnosis campaknya gitu. Oke. Tapi terus ruamnya ini berapa lama, Dok, bisa hilang? Nah, itu juga tergantung karena ini dia adalah jadi kan dia biasanya muncul gejala awal baru 3 hari ee secara klasik dia akan muncul ruam. Nah, ruamnya ini ee tergantung ee daya
tahan tubuh gitu ya. coronavirus ini kan ee dirawan oleh daya tahan tubuh kita. Kalau misalnya cukup baik mungkin dalam 3 hari dia akan mulai memudar lalu mengelupas gitu ya. He. Tapi pada kondisi-kondisi tertentu misalnya seseorang dia daya tahan tubuhnya tidak sebaik orang pada umumnya, mungkin tuh akan butuh waktu lebih panjang atau mungkin orang-orang tersebut yang akan bisa muncul komplikasi yang selain ruam dia muncul kena ke organ-organ lain gitu. Bicara soal komplikasi ini gimana, Dok? Ee bagaimana jalurnya saat ee penyakit
campak ini bisa menimbulkan komplikasi? Oke. Jadi campak itu tuh kan dia sebenarnya e menular itu tuh virusnya masuk ke ee lapisan mukosa. Mukosa itu kayak lapisan mulut, hidung atau mata gitu ya. Nah, nanti dia akan masuk ke sel imun di situ. Lalu dia akan ee menyebar ke seluruh tubuh. Kita sebut viremia. Jadi virusnya menyebar ke seluruh tubuh. Lalu ee nanti dia akan karena dia menyebar tentu saja dia bisa menyerang organ manapun di tubuh. Oke. Makanya dia bisa kena ke paru pneumonia, dia bisa kena ke mana kepala encefalitis
gitu ya. Atau dia bisa bikin gejala yang sering lagi emm ee telinga. Jadi karena kan ada mukosa juga di telinga atau ee gastrointestinal, saluran pencernaan. Jadi seringki orang campak dia juga dengan apa? mencret-mencret gitu ya. Jadi buang-buang air besar gitu. Jadi ee dia karena memang virusnya itu menyebar lewat em seluruh tubuh ee di dalam seluruh tubuh, maka gejalanya juga bisa ketemu di semua ee organ tubuh. Artinya resikonya jadi lebih besar ketika juga daya tahan tubuh kita tidak bisa melawan ee virusnya tadi gitu ya,
Dok. Ya, makanya tadi dokter bilang ada kasus-kasus yang menjadi berat kemudian harinya. Kalau misalnya campak ini kan dibicarakan anak-anak gitu ya, Dok ya. ini sebenarnya memang mereka yang paling beresiko atau seperti apa? Apa orang dewasa juga beresiko, Dok? Hm. Ya, jadi ee anak-anak ya jelas itu berisiko karena ada daya tahan tubuh yang mungkin belum seempurna matang orang dewasa. Tapi nyatanya ya orang dewasa juga ee sangat berisiko karena kita lihat kasus-kasus ee kedukaan sebelumnya juga terjadi pada
orang dewasa gitu ya. Em dan pada populasi-populasi tertentu misalnya ee orang dewasa dengan gangguan sistem imun misalnya orang yang kanser atau apa gangguan autoimun atau yang pakai steroid jangka panjang atau yang lagi hamil itu kan dia juga ada ee fungsi imunnya yang tidak seoptimal orang pada umumnya. Nah, itu tuh akan sangat berisiko untuk muncul campak yang lebih berat atau ada komplikasi-komplikasi. Oke. Jadi itu tidak hanya e anak-anak yang karena imunnya belum sempurna tadi, orang dewasa juga yang punya masalah
dengan sistem imun juga harus berhati-hati dengan serangan dari campak ini. Nah, kita bicara soal vaksin, Dok. Kira-kira kalau anak-anak kan divaksin. Nah, kalau orang dewasa gimana nih vaksinnya soal campak? Jangan dijawab dulu, Dok. Kita akan kembali membahas terkait seputar campak CNN Indonesia Health. Segera kembali. Ya, Anda masih menyaksikan CNN Indonesia Health dan saya masih bersama dengan Dr. Adeline Intan. Tentunya kita masih bahas soal campak nih. Tapi sebelum kita lanjut lanjutkan perbincangan kita
terkait dengan campak dan bagaimana bahayanya lagi do kita akan bahas terkait mitos dan fakta. Ini banyak banget beredar di masyarakat, tapi jangan sampai salah. Kita bahas ya kali ini. Langsung ke mitos atau fakta yang pertama. Kita lihat, Dok. Nah, ini benar enggak nih dokter Edlin? Mitos atau fakta kalau sudah terkena campak jadi enggak perlu vaksin lagi. Iya. I jadi secara jadi secara ini setengah benar setengah tidak gitu ya. Oh, gitu. Jadi ada pasti ada faktanya. Jadi secara Iya. Jadi secara keilmuan
tuh memang benar kalau kita sudah kena campak ee idealnya tuh kita sudah em punya imunitas terhadap campak ke depannya. Namun ee memang ee itu adalah hal-hal yang enggak bisa terlalu diprediksi. Kita enggak bisa ngukur sistem imun sehingga masih ada rekomendasi misalnya pada kasus luar biasa seperti yang terjadi sekarang untuk booster. Oke, gitu. Jadi ini mungkin setengah ya setengah no gitu ya. Tapi secara teori memang kalau sudah pernah kena dia akan imun untuk berikutnya. Seharusnya seperti ini tapi karena
kasusnya luar biasa boleh dibooster begitu ya. Termasuk orang dewasa juga enggak Dok? Termasuk orang dewasa yang high risk gitu ya. Jadi yang memang mungkin tenaga kesehatan atau yang memang dia ee ada kontak gitu segala macam. Jadi kalau anak tuh ee vaksin campaknya berap bisa dijelaskan enggak, Dok? Yang pertama kali dilakukan kapan? Kemudian boosternya kapan? Nah, kalau saya enggak salah tuh anak itu umur 9 bulan, 18 bulan sama 5 tahun ya, MMR ya. Oke. Jadi mungkin nanti bagian anak yang lebih dan
kemudian ee yang 9 9 bulan 18 bulan dan yang 5 tahun. Heeh. Kalau orang dewasa tambah lagi booster kalau misalnya memang ada resiko itu tadi. Oke. Baik, kita lanjutkan yang selanjutnya mitos atau fakta. Nah, ini campak hanya menular melalui sentuhan dengan penderita. Hm. Kalau ini jelas mitos. Oh, mitos. Jadi kalau selain sentuhan juga bisa karena dia itu menular lewat droplet atau airborne juga tadi yang saya jelaskan di awal. Mm. Gejala batuk pilek. Nah, itu dia sudah bisa menularkan tuh. Walaupun belum ada ruamnya tadi dia
sudah bisa menularkan. Betul. Jadi ini mitos pansan di bulan ee di lebaran kemarin sangat ini ya apa namanya ee apa namanya gejalanya tuh banyak yang bilang hati-hati karena kan lebaran banyak yang bersilaturahmi segala macam. Hati-hati sama ya. Oke, selanjutnya ini mitos atau fakta, Dok. Selanjutnya campak dapat menyebabkan gangguan pada sistem syaraf yang muncul beberapa tahun setelah infeksi. Mitos atau fakta, Dok? Ini fakta. Oh, ini fakta. Jadi, habis sakit campak beberapa tahun setelahnya bisa ada gangguan.
I jadi ada namanya SSPE. Jadi itu subcute, sclerosing panfalitis. Jadi dia itu ada gangguan di ee otak gitu yang muncul sebenarnya bisa sampai beberapa tahun 3 4 sampai 7 tahun pasca terkena infeksi campak. Semua penderita campak kah? Tidak. Jadi ini adalah komplikasi atau kondisi yang sangat jarang tapi muncul pada beberapa kasus dan harus diwaspadai gitu ya. Kasusnya untuk ee penderita yang seperti apa, Dok? Betul. em ini masih belum bisa ada polanya tertentu. Kita bahkan belum tahu ee sejauh ini ee mekanismenya. Jadi ya
masih dalam observasi lah dalam obvasi tapi tetap resiko ini tetap ada makanya harus diwaspadai. Oke kita lanjut nih mitos atau fakta selanjutnya tentang campak nih. Masih pasien campak enggak boleh mandi. Gimana tuh, Dok? Mitos. Oh, kalau air enggak masalah. ee mandi kan ya mandi untuk dirinya sendiri ya. Jadi silakan mandi aja gitu tapi ya dia jangan berenang ke kolam renang umum kayak gitu ya. Jadi kalau untuk mandi silakan mandi untuk kebersihan badan. Oke. Tapi ruam-ruamnya enggak jadi makin
banyak gitu kalau misalnya mandi enggak harusnya enggak beda sama cacar ya. Ee ya cacar juga boleh mandi sebenarnya. Oh cacar juga boleh mandi ya. Kan dulu ada mitosnya gitu kan cacar takutnya entar bentol-bentolnya makin banyak. Mandi, mandi. Cacar tidak, campak pun tidak. Jadi mandi jangan malas ya. Kalau yang kesakit campak tetap mandi karena itu menjaga kesehatan justru ya, Dok ya. Oke, kita lanjut. Betul. Mitos atau fakta yang terakhir, Dok. Ini vaksin campak mematikan dan menyebabkan autisme.
Iya. Oke. Oke. Ini mitos. Oh, ini mitos. Iya. Vaksinnya tidak mematikan. Justru penyakitnya yang lebih betul. Iya. ya. Tapi ini memang dimengerti ini menjadi kekhawatiran banyak orang tua ini. Itu em mitos yang sudah beredar sangat lama dan sangat besar sampai membuat ee vaksin MMR ini tuh cukup dihindari. Tapi ini ee dari bukti-bukti yang ada, penelitian yang ada ini adalah mitos. Ini ada mitos dan ini memang harus dijelaskan ya ee tidak menyebabkan kematian dan juga tidak menyebabkan autisme.
Iya. Oke. Campak ataupun ee vaksin yang lain juga sejauh ini belum ada yang terbukti menyebabkan kematian atau autisme yang beredar ya. Heeh. He. Nah, itu dia ya. Kita sudah jelaskan di sini. Ini adalah salah satu mitos yang memang tadi kata dokter menyebabkan vaksin ini jadi banyak dihindari oleh ibu-ibu. Padahal ini sangat penting ya karena dampak dari campak tadi sudah kita jelaskan dari dokter juga jelaskan bahwa bisa menyebabkan hal-hal yang cukup serius gitu. Kita lanjutkan lagi dialognya
setelah misos fakta, Dok. Nah, ini kalau misalnya ada orang apa namanya infeksi campak, ini langkah penanganan yang sebenarnya harus langsung sigap cepat dilaksanakan. Apa, Dok? Supaya faktor resikonya enggak terlalu sampai parah banget gitu. Sampai kayak tadi kan banyak ya dokternya karena ee bisa menginfeksi yang lain juga di ee bagian-bagian organ yang lain gitu. Iya. Oke. Jadi kalau udah e terdiagnosis nih campak, jadi em yang utama adalah sebenarnya ee penyakit ini tuh harus dilawan dengan sistem imun yang baik.
Oke. Sehingga langkah awal-awalnya itu tentu saja istirahat yang cukup, makan yang bergizi, emm lalu kalau misalnya demam boleh pakai obat anti demam, istirahatnya yang baik segala macam. Lalu dalam kondisi-kondisi tertentu apabila gejalanya memberat ya mungkin dia adalah orang-orang yang perlu dirawat inap. Lalu ada juga terapi terterapi misalnya ee vitamin A yang karena memang ada hubungan ee kekurangan vitamin A dengan kondisi campak ini dan yang paling penting juga isolasi. Isolasi. Jadi em jangan menularkan ke
orang lain karena kan tadi kita sudah ketahui ini sangat mudah untuk menular. Jadi isolasi ee jaga kesehatan tubuh pribadi ee istirahat makan yang cukup. Nah, kalau misalnya ada red flex misalnya muntah-muntah enggak mau makan diare yang tidak berhenti atau nyari kepala sesak nafas mungkin inilah orang-orang yang butuh perawatan di rumah sakit. Oke, itu dia. Kalau misalnya terkena campak harus segera lakukan penanganannya seperti yang dokter jelaskan tadi. Kalau untuk lansia itu gimana? Nah, ini termasuk kelompok yang
rentan juga atau siapa sebenarnya kelompok yang rentan karena ee bisa terkena komplikasi setelah dapat penularan campak gitu, Dok? Iya. Yang rentan itu tuh emm banyak di usia-usia ekstrem misalnya yang muda di bawahnya, baik banget begitu ya sama yang atau yang tua sekali gitu ya karena berhubungan dengan sistem imunnya yang em tidak optimal dibandingkan yang mungkin ee sehat dan usianya produktif masih muda gitu ya. Tapi usia-usia yang muda pun e pada populasi tertentu tadi sempat kita bahas ee misalnya dia ada penyakit imun lupus
atau penggunaan obat-obat em pengontrol imun steroid yang panjang atau hamil atau pada pasien kanker, kemoterapi, radiasi itu juga akan berisiko atau pasien transplantasi itu kan juga sekarang sudah meningkat ya. Nah, itu ee populasi orang yang memang usianya muda, tapi kalau dia mengalami kondisi tersebut dia akan berisiko untuk terkena campak yang lebih gangguan imun tadi ya. Orang dengan gangguan imun tadi. Berarti vaksinnya juga harus diberikan kepada orang-orang ini ya, Dok ya? Iya. Dengan ee
syarat-syarat tertentu. Oke. Tetap ada syaratnya ya karena melihat dengan penyakit yang ee dia derita begitu ya, Dok ya. Nah, kalau misalnya setelah imunisasi sebenarnya langkah lanjutannya tuh apa, Dok? kita ee penasaran nih kan sudah divaksin nih. Kemudian langkah lanjutan apa supaya kita enggak terkena campak, Dok? Oh, I ya jawabannya mungkin akan kita bahas setelah jeda berikut. Tetap di ZN Indonesia Health. Kami segera akan kembali. Anda kembali menyaksikan saya Nen Indonesia Health dan saya masih bersama
dengan dokter spesialis penyakit dalam, Dr. Edlin Intan. Kita masih bahas terkait campak. Nah, kita tadi sudah ee bahas panjang lebar terkait vaksin ini. Sebenarnya, Dok, ee seberapa banyak vaksin Campak ini menjadi bagian program imunisasi dan perannya tuh seberapa besar untuk menekan ee campak di Indonesia gitu dengan ada vaksin ini? Ya, jadi perannya kalau bukan yang terutama ayo pakai penting. Penting sekali karena dia akan membantu ee seseorang itu untuk imun terhadap em campak ini. Jadi kalaupun dia tertular, dia harusnya
tidak terkena ee campak yang berat gitu. Itu kan yang kita hindari. Jadi itu penting untuk ee masing-masing orang, masing-masing anak itu untuk diimunisasi supaya nanti di komunitas tersebut itu terbentuk komunitasnya yang imun. He. Jadi kalaupun ada orang yang kena, dia dikelilingi oleh orang yang imun. Jadi tidak akan mudah menyebar di komunitas tersebut. Nah, kurangnya adalah karena sekarang kan em kesadaran untuk imunisasi itu mungkin ada yang banyak memilih untuk tidak imunisasi oleh karena mitos-mitos yang
beredar. Nah, jadi yang perlu ditekankan adalah untuk emm vaksin sebelum penyakitnya terjadi itu penting sekali gitu. Hm. Artinya peran vaksin ini memang menjadi salah satu yang utama ya. Karena kalau misalnya tersebar tadi ada lebih banyak orang yang terlindungi daripada yang tidak begitu kan ya, Dok ya. Kita harus ulang terus-terus vaksinnya atau seperti apa dalam jangka apa ketika ada KLB aja atau memang ada periode tertentu yang harus diulang? Ya, jadi kalau misalnya em pada anak tadi ada jadwalnya
tadi ya jadwalnya. Jadi kalau misalnya emm pada kondisi ke ini juga itu adalah suatu rekomendasi. Jadi belum diwajibkan misalnya kayak kita zaman COVID, tapi ada rekomendasi yang menganjurkan pada ee orang-orang tertentu yang mungkin em punya kontak ee erat atau yang rentan itu dilakukan booster gitu. Tapi ee intinya adalah sebenarnya dari kecil itu tuh ngikutin program pemerintah yang vaksin ee paket dari awal itu ya dari bayi yang usia 9 bulan kemudian 18 bulan kemudian pengulangan di 5 tahun tadi itu. Tapi
kalau misalnya sudah semuanya vaksin sebenarnya langkah selanjutnya apa sih Dok setelah imunisasi ini dijalankan? Langkah selanjutnya apa? Supaya memang benar-benar kita ini tidak perlu ada pengulangan KLB lagi mungkin di masa depan ada lagi e KLB campak terjadi yang bikin lumayan panik ya Ibu ya dengan kondisi ini. Jadi vaksin ini kan bukan jaminan pasti bahwa tidak akan ada campak di dunia gitu ya. Jadi ee kalaupun terkena campak campaknya enggak sampai komplikasi berat. Nah, tapi yang bisa kita lakukan
selain vaksin nih apa kalau kita sudah lulus nih semua vaksinnya. Nah, berarti em kita harus bisa mendeteksi dini tuh misalnya ada gejala-gejala campak berarti kalau kita tahu kita batuk pilek atau 3C tadi, nah kita berarti pakai masker, isolasi, enggak masuk sekolah, enggak masuk kerja gitu ya. Karena ee kalau dia influenza ataupun campak gitu karena gejalanya mirip, kita enggak menularkan ke orang lain. Jadi isolasi. Ee yang kedua ya jaga kebersihan pribadi, cuci tangan, pakai masker, lalu ee kalau lagi sakit ya jangan menyentuh
bagian-bagian terus salaman sama orang kayak gitu. Nah, kalau memang sakit juga berarti ya mencari pengobatan gitu ya. Cari pengobatan ee yang sesuai itu mungkin yang bisa dilakukan ya. Artinya ada protokol kesehatan yang mungkin mirip-mirip ya untuk ee apa namanya dengan waktu kita COVID dengan isolasi dan sebagaimana. Kalau COVID dulu ee seingat saya sekitar 14 hari dulu cukup lama ya, Dok ya. Kalau untuk penyakit campek ini rekomendasinya berapa lama untuk kita mengisolasi diri? Hm. Jadi ee sebenarnya kalau kita
berpaktokan sama ruam ee dia kan sebenarnya akan infeksius atau bisa menyebarkan infeksi ke orang lain itu emm bervariasi ya. Tapi kalau gampangnya kita ingatnya 4 hari sebelum ruam dan 4 hari sesudah ruamnya muncul. Oke. Jadi ya sekitar seminggu lebih ya mungkin ujung-ujungnya bisa sampai 2 minggu juga gitu ya. Tapi itu tergantung tadi daya tahan tubuh. Jadi 4 hari sebelum, 4 hari sesudah itu masih infeksius. Jadi dalam ee rentang itu ee mengisolasi diri sendiri. Jadi kalau misalnya sudah gejala awal yang dokter sebutkan tadi
isolasi apalagi setelah di muncul ruang he muncul ruang dan sudah benar-benar oh ini campak gitu dipastikan bahwa campak mengisolasi diri juga. supaya tidak beredar di masyarakat. Betul. Nah, sebagai penutup nih, dokter, apa pesan dokter terhadap ee masyarakat yang mungkin ee saat ini ee menghadapi juga ya tidak mau tertular begitu tentunya dengan capak apa yang kita harus lebih waspadai supaya kita tidak menyepelekan ee kondisi campak ini? Iya. Jadi, campak ini itu bukan penyakit virus ee tanda kutip biasa gitu ya. Oke.
Jadi dia akan bisa menyebar ke seluruh tubuh dan membuat komplikasi. Yang penting kita sebagai masyarakat itu adalah mengenali gejala dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan sebelum kena atau pas sudah kena itu tindakan-tindakan pencegahan dan ee pengobatannya itu harus kita kerjakan supaya tidak sampai komplikasi bahkan kematian yang bisa terjadi. Oke. Baik, Dr. Edlin terima kasih sudah clear banget semua penjelasannya termasuk mitos dan faktanya juga tadi sudah dibahas. Terima kasih atas penjelasannya. Semoga kita semua jangan
sampai lagi untuk terkenaak dan juga selalu waspada agar ini tidak terjadi lagi ke depannya. Terima kasih, Dok. Sehat selalu dan demikian Indonesia Health. Saya Liat pamit healthy people, healthy life. Sampai jumpa.
Komentar