Rusia menyatakan Amerika Serikat dan Israel kalah telak dari Iran selama perang mereka yang pecah pada 28 Februari 2026 lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakarova mengatakan di radio Sputnik penyebab kekalahan Amerika dan Israel itu karena serangan agresif sepihak. Melansir Aljazirah, Rabu 8 April 2026, Zakarova menegaskan sejak awal pihaknya telah mengingatkan agar agresi tersebut segera dihentikan. Sebab operasi itu tidak ada solusi militer untuk menyelesaikan konflik di kawasan tersebut.
Menurutnya, setiap upaya untuk memaksa situasi melalui kekuatan militer tidak akan mampu menciptakan ketertiban di kawasan. Zakarova juga mendorong agar segera dilakukan penyelesaian secara politik dan diplomatik yang nyata melalui proses negosiasi dengan mempertimbangkan kondisi dan posisi sebenarnya di lapangan. Pernyataan Rusia soal pemenang perang ini pun seolah mematahkan klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump sesaat setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Mengutip EFP, Trump
mengeklaim Amerika menang mutlak dari Iran dengan sesumber soal pencapaian kemenangan hingga 100%. Menurut Trump, salah satu poin penting dalam kesepakatan dengan Iran yaitu terkait status pengayaan uranium. Menurutnya, uranium yang diperkaya Iran akan ditangani sepenuhnya berdasarkan kesepakatan tersebut. Ia juga mengatakan jika Iran menolak terkait kesepakatan uranium, maka pihaknya akan menolak gencatan senjata ini.
Komentar