Nampaknya akan segera dimulai di mana sejumlah pejabat negara dan terlihat Presiden Prabu Subianto beserta jajaran ini sudah juga bersiap dan dihadiri oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudono juga turut hadir dalam upacara penghormatan terakhir. tadi ini Kita saksikan bersama upacara penghormatan terakhir yang sebentar lagi akan dimulai. Depan depan depanan depanan Putus-putus. Hadap kanan hadap kiri pada hor. tadi mau cowoknya ada TV di belakang aku tinggal kepada hormat Muhk Allah dimohon Kepada para tamu undangan dan
para pelayan agar berkenan mengiriing jenazah ke tempat upacara bersembahyang. upacara perasan ini ini ke Iya iya iya iya masih salam-salaman kalau Penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang telah gugur sebagai misi perdamaian di Lebanon. Tentunya kita patut berikan gelar patriot atau pahlawan begitu ya. Kalau saya pahlawan. Baik. Sekali lagi ee beliau bertiga ini ee meninggal dalam keadaan membawa nilai-nilai kebangsaan kita di ee di tingkat e dunia, di tingkat global. Jadi bukan hanya semata-mata
karena ee para [berdehem] prajurit ini bertugas di bawah PBB, tapi yang tidak kalah penting, bahkan yang paling penting menurut saya para prajurit ini terutama yang meninggal ini meninggal dalam keadaan mencoba untuk meninggikan dan menegakkan nilai-nilai bangsa, cita-cita bangsa, terutama terkait dengan komitmen kita untuk turut serta ee menjaga perdamaian dunia. He. Nah, oleh karena itu ee kita atau saya apresiasi ee kedatangan Presiden dan mungkin [berdehem] amatan Presiden. Saya rasa itu ada presiden keenam juga.
Iya, itu sudah sepantasnya dan seharusnya. Walaupun tentu dalam rangka penghormatan tidak harus [berdehem] semuanya juga datang ke tempat duka. Kita bisa memberikan penghargaan setinggi-tingginya di rumah masing-masing, di tempat kita masing-masing dengan cara yang juga beda-beda. Yang terpenting adalah nilainya dan keteladannya. He. Bagaimana kita menjadi seorang Indonesia mestinya juga ee mengambil contoh bagaimana kita menjadi abdi negara, bagaimana kita menjadi prajurit sebenarnya itu juga di ditiru ee oleh
kita sebagai bangsa di mana prajurit bukan lain adalah memberi untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan negara, bahkan yang diberikan yang paling berharga sekalipun yaitu ee nyawa dan kehidupannya. Saya rasa ini adalah ee apa namanya ee tuntunan dan keteladanan yang harus diperdomani oleh ee kita sebagai anak bangsa dan terutama para generasi muda yang sekarang ee ya seperti kita bahas tadi kalau kita enggak sisipkan, nah khawatirin justru seakan-akan ini hanya soal perang ee semata. Mereka kan terbiasa menonton
tentang game segala macam yang sifatnya dan di situ tidak ada rasa kemanusiaan, di situ tidak ada rasa kebangsaan. Nah, ee melalui ee apa namanya pembelajaran ini semua kita harapkan juga bisa memberikan pembelajaran bagi anak-anak bahwa ada visi kebangsaan di situ, ada nilai kebangsaan di situ. Dan kalaupun kita ee terlibat atau terkait dengan ee persoalan di konflik global sekarang, maka tetap harus membawa nilai-nilai ee kebangsaan kita. Jadi jangan, nah ini yang tidak [berdehem] kalah penting
menurut saya Mbak Vera. Jangan tarikannya adalah kepada perspektif golongan. Jadi ee mungkin kita melihat bagaimana perang di satu tempat gitu ya. Dan e sebagai manusia, sebagai pribadi kita punya rasa siapa yang jahat, siapa yang jadi korban. Tapi kita harus punya e kemampuan untuk berpegang teguh pada nilai yang lebih kuat yaitu nilai kebangsaan kita. bahwa kita menyikapi konflik-konflik di dunia ini tetap dalam kecamatan dan ee perspektif kebangsaan tadi. Jangan golongan mau golongan. Jelajahi cara baru mendapatkan
informasi. Download Metro TV Extend sekarang.
Komentar