dunia di tahun 2026 ini. Oleh karena itu, kita akan bedah bersama dengan seseorang yang kita datangkan langsung dari Italia, Jas Francesco Pedro Aditio Lucaso. [tertawa] Welcome, welcome. Eh, selamat sore Bonjorno. Bonjorno emang bahasa Italia? Iya, bahasa Italia. Bonjorno bahasa Italia. Eh, bener enggak sih bahasa Prancis apa aja coba? Coba coba. Kalau bahasa Prancis gua enggak tahu. [tertawa] Tahu lagi. Vespa. Vespa. Margarita pizza. [tertawa] Ini lebih ke kayak konten ayahku sukanya yang bisa bahasa Italia.
Iya. [tertawa] Ya, benar lagi. Juventus. Juventus. So, Mas Lukas Italia nih lagi jadi buah bibir gara-gara ee lagi-lagi gagal lolos. Udah dikasih apa timnya sampai 48 masih enggak bisa juga lolos. Iya, makanya bagusan Indonesia lah. Indonesia juga belum. Gua bilang gitu tadi secara sadar dan tanpa paksaan. Tapi kemarin April Mob itu ada yang mensejajarkan Italia sama Belanda kan? Eh, sama Indonesia kan? Oh, iya. Heeh. Karena di Football Premier. Heeh. Karena sama-sama enggak lolos Piala Dunia. Oh iya. I ya i
jadi sejajar kan. Benar benar benar benar. [tertawa] Iya iya. Duh gua ternyata bisa sampai hidup di momen Indonesia sejajar sama Italia dalam konteks yang there nothing impossible in this world. Kenapa? Kenapa sih? Iya iya dia flip [tertawa] flop dulu deh. Flip flop flip flop flip flop tu waga flip tu waga. Nah lu yang menang. Eh gua yang menang dong kalau gua bantu. Oke gua pertanyaan pertama. Oke. Apa bahasa Italia? [tertawa] Kenapa, Mas? Kenapa ini tuh gagal lagi, gagal lagi. Apa benar? Karena Italia tuh
tidak didominasi sama pemain Juventus. Makanya [tertawa] kalah lagi. Sebenarnya kalau kita ngelihat Liga Italia dan Liga Eropa ee kompetisi Eropa belakangan ini kan klub-klub Italia juga enggak bersinar ya, Dua ya. Di Liga Champion musim ini aja udah tinggal Atalanta kan kemarin. Atalanta juga tersingkir kayaknya nih di babak ee 16 besar kan. He. Nah, itu bukti bahwa ee pembinaan di Italia tuh sudah enggak baik-baik aja. Ee beberapa pelatih bahkan bilang kalau masalahnya tuh enggak cuman ee di liga
topnya, di level pembedaan juga sama. Bahkan pemain-pemain mudanya Italia itu mainnya di seri B dan di U-20 bahkan itu yang main pemain asing gitu. Jadi, kalau orang-orang bilang juga ini nih kesalahan federasi ngurusin. Iya, benar. Benar. Iya, benar. Bahkan Komo kan juga keseret-seret. Di tim utamanya Komo itu cuman ada dua pemain Italia. Sisanya pemain dari luar Italia. Ya, gimana mau dapat pemain bagus kalau pemain-pemainnya enggak dapat kompetisi yang ee memada lah istilahnya itu. Sementara
pemain topnya Italia mainnya di Liga Inggris. Iya. Lagi Sandro Tonali sama juga diar. [berdehem] Martin kan pemain Brazil. Karbon Gabriel Martinelli. Iya, pemain Brazil. Oh, di FM 2020 dia masih pemain [tertawa] Italia. Akhirnya dia memilih Brazil ya. Oh gitu. Jadi jadi banyakan awaynya gitu. Banyak banyakan pemain pemain masing. I jadi di liga lokalnya Itali itu enggak banyak di justru diisi sama pemain Italinya justru pemain asing. Sementara pada saat harus apa ya memberikan pemain untuk Piala Dunia. Jadi kan
jadi opsinya sedikit. Opsi untuk memanggil pemain Itali itu sedikit ya. kemarin Polos itu aja yang pemain muda Inter Milan kan dipanggil juga gagal penalti yang pertama. He. Ya sekarang kalau kita bedah satu persatu perlinya juga enggak ada yang pemain top lah di timnas Italia paling ya Tonali, Donarumma. Tapi kan sebenarnya ini perhelatan paling bergengsi sedunia gitu. harusnya kan preparation-nya mereka harusnya tahulah ee secara apa track record di let’s say dua tiga putaran Piala Dunia ini mereka enggak menorehkan ee apa tuh
namanya prestasi yang berarti yang artinya harusnya lebih full preparation lagi untuk I Iya. Dan mereka juga sebenarnya udah gagal dari 2018 kan di Rusia sudah dua kali gagal. Heeh. Setelah itu mereka juara Piala Eropa yang mengalahkan Inggris di Wembley tahun 2020. Nah, kemarin 2022 juga gagal lagi. Berarti kan ada sesuatu yang salah dan tidak dibenahi karena ini sudah tiga kali beruntun. He. Nah, sementara ee sepak bola di Italia juga gitu-gitu aja kan. Ee kemarin banyak pelatih juga yang bilang
sih, Mas, sudah menyuarakan. Heeh. [tertawa] Banyak gedek gua sama sepak bola Itali itu emang banyak pelatih yang bilang ini loh yang harus diperbaiki ya soal pembinaan usia dini, soal infrastruktur buat pembinaan usia dini. He. Kak lagi ngomongin Indonesia deh. Iya kan mirip [tertawa] kan. Iya benar. Kita juga punya pernikahan dini. Itu juga bisa. Di Indonesia kan juga mirip Liga Indonesia sekarang banyak banget pemain asingnya main delan. Iya. Iya. Delapan atau tujuh. Heeh. Nah, sementara tahu pemainnya sampai
puluhan. Nah, kita kemarin juga kesulitan untuk siapa sih pemain Liga 1 yang pantas untuk membela timnas? Kan kita juga bingung kan. Heeh. Bingung milihnya. Kecuali pemain I pemain diasporanya. He memang bisa masuk. Tapi kalau pemain hasil pembinaan kita sendiri siapa gitu? Iya ya. I jadi kayak pelajaran penting lah ya buat Indonesia juga termasuk ini refleksi ya. Jangan sampai kayak Italia gitu susah nyari pemain di negara sendiri kan ironis juga jadinya. Benar. Ee kemarin apa sih yang terjadi di
pertandingan ee penentuan itu antara Italia dan Bosnia? Kayak tim kayak apa Bosnia ini? Eh Bosnia itu kan yang terkenal bukan cuma ee yang punya nama besar itu Edin Zeko dan dia masih main. He. Kemarin itu yang menjadi penentu adalah kartu merah dari Basoni yang menit 41. Eh, dia menjadi orang terakhir melakukan tackel, akhirnya pelanggaran. Nah, skema Italia itu langsung berubah semenjak defisit pemain sampai akhirnya bosnya bisa mencetak gol penyembang di masa eh di babak kedua. He. Dan akhirnya memaksakan sampai adu
tendangan penalti. He. Nah, di tendangan penalti ini kekuatan mental pemain Italia ini yang kurang teruji lah istilahnya [tertawa] karena ya kemarin cukup mengherankan juga ya Genar Gatuso menempatkan pemain muda di sebagai eksekutor pertama. He he. Nah, hasilnya ya tendangannya jauh-jauh banget. Terlalu banyak mengedepankan idealisme. Gua lihat-lihat tuh Gatuso tuh enggak bermain taktis gitu. Tapi banyak juga yang belain Gatuso, Do. Karena memang sepak bola Italia itu bukan salahnya Gatuso doang nih sampai tiga
kali enggak bisa lolos ke Piala Dunia. Ya itu tadi bila ee kalau dibedah soal pembinaan, soal liga yang banyak didominasi pemain asing. Karena yang diatur kan cuma pemain non Uniuni Eropa kan. Speaking of yang penalti itu kayak dia gambling-nya gede banget sih. Iya karena pemain muda itu di penendang pertama jadi mempengaruhi sisa penendangnya kan. He sayang banget udah enggak ada Toti sama Del Piero sih buat jadi eksekutor yaak ada itu tuh kayak udah agak ini ya terlalu ya udah fosil [tertawa]
itu udah itu kan skuad juara Piala Dunia 2006 iya i ya 20 tahun yang lalui eh makasih ya sudah mengingatkan [tertawa] 2006 tuh 20 tahun yang lalat itu mungkin mereka juga jumawa ya Mas bahwa Itali pernah juara Piala Dunia juara Piala Eropa dalam 20 tahun terakhir sehingga rasa-rasanya nya mereka mainnya juga angin-anginan git. Mungkin harus kena skandal lagi dulu, Do. Skandal seperti apa? Aduh, aku trau banget ngomongin skandal itu. Ya, di 2006 itu kena skandal Kali Poli Eza. Jadi pengaturan skor.
Oh, karena di kasus itu ada namanya klub Juventus. Juventus katanya sih sampai harus turun ke seri B kan. Iya. Gara-gara ngatur skor. Ngatur skor sama wasit. Oh, klub kamu [tertawa] katanya. Tapi itu mah di meja hijau bilang begitu. Dan kalau kalau enggak kelar-kelar nih ngomongin kalau itu. Setelah itu baru Itali membuktikan diri dengan menjuarai Piala Dunia di Jerman waktu itu 2006. 2006. Oke. Dengan pemain-pemain Juventus. Iya. Kebenaran [tertawa] kayaknya dia tebus tebus dosa ya. Kalau kita kan mini marketnya tebus
murah ini tebus dosa. Tebus dosa. Kita tinggalkan si Italia ini karena kita sudah masuk ke Piala Dunanya. ya dunia ya sudah ditentukan 40 eh sori 48 48 ee negara yang ee ber banyak sejauh ini betul baru terbanyak so far ya ee yang berkompetisi di Piala Dunia juga mungkin ee apa yang menarik atau mungkin ada dengan tidak masuknya Italia misalnya atau mungkin bisa ya ada beberapa negara debutan sih yang jelas Kurasau terus Jordania pertama kali juga terus Terus Uzbekistan. He. Oh. Dan Tanjung Verde. Kaip Verde.
Oh, masuk dia ya. Iya, masuk. Dan ini juga tidak terlepas dari bertambahnya peserta Piala Dunia di tahun ini. Irak juga setelah 40 tahun masuk. Iya, Irak juga masuk. Nah, yang menarik adalah dari jurnal Konkakaf nih, Do. Karena ada nama-nama seperti Haiti, Panama, sama Kurasau. Dan itu sebenarnya karena seru ya negara-negara pantai semua. God Bless Amerika itu salah satunya pernah dilatih sama Iya Patrick Cerat Cert kuraul dan setelah ditinggal Clivert Kuro malah lolos ya iya sebenarnya [tertawa]
kenapa tiga negara yang jarang kita dengar di Piala Dunia itu bisa lolos tak terlepas dari sekarang itu lebih banyaknya tiga tiga tuan rumahnya adalah dari zona Konkakaf artinya mereka kan tidak perlu ee mengikuti kualifikasi kan nah itu membuat negara-negara seperti Iunai peluang lebih besar untuk lolos dunia karena tuan rumah enggak ikut kualifikasi. Jadi mereka bisa lebih walaupun tetap diapresiasi ya mereka bisa lolos ya. Iya. Seru banget negara-negara itu tuh gua bahkan enggak pernah dengar pemainnya siapa ya.
Ya iya makanya tiba-tiba masuk Piala Dunia nih. Ini karena disemangatin sama Bad Bunny ya. God [berdehem] bless Amerika Argentina kesebut kesebut tuh negara-negara tadi ya. Eh, kalau grupnya udah udah udah udah udah sampai ada grup neraka enggak? Ada sih. Apa tuh maksudnya? Grup yang isinya hebat-hebat, jago-jago. Sebenarnya enggak neraka-neraka banget sih, Do. Karena memang ya memang tersebar sih semuanya. Grup apa tuh yang enggak neraka-neraka banget tapi lumayan. Grup mawar ya. Waduh. TK dong.
Grup mawar. Inggris. Inggris ketemunya Kroasia sama Ghana. Satu lupa lumayan lah. Ini kayak Piala Dunia tahun berapa ya? Kayaknya pernah tuh Inggris Gana. Kalau menurut ee kemarin hasil hasil undian ya berhasil sih kayaknya akan lebih ringan ya ketemunya Maroko, Haiti sama Skotlandia. Wah gampang semua. Tapi kayak Haiti kayak belum apa-apa gua udahlah ketemu Brazil. Iya itu kalau Neymar ikut dia nyetak gol banyak tuh. Eh jadi di bawah enggak sih Neymar? E belum belum kan? Belum ada skuad final.
Belum ada skuad final ya. Oh Neymar cukup akan jadi pemain senior juga ya kalau tahun ini ikut. Iya. Iya. kayaknya ini last world cup buat dia. Cuma ya menarik ee seperti Prancis gitu ketemunya Senegal, Irak sama Norwegia. Nah itu jadi kalau yang Prancis jadi duelnya Halan versus Mbappe kan. Jadi itu yang yang menjadi highlight sih laga-laga seperti itu. Oh jadi sekarang Piala Dunia ini bisa ya dari Eropa dua tim yang sama. Iya karena banyak banget ininya pesertanya. Satu tim tetap empat eh satu grup. satu
grup empat tim diambil ee dua dua teratas nanti yang 8 sisa kan 32 besar. Heeh. Itu dari peringkat tiga terbaik. Hm. Hormatnya seperti itu. Jadi PL dunia akan semakin panjang sih. Iya sama kayak kualifikasinya juga begitu makin panjang kan. Iya lebih banyak pertandingan lebih banyak uang masuk bos buat FIFA. Buat buat FIFA dan Amerika. Iya juga. ini sebenarnya juga jeria dagder juga karena kondisi geopolitik yang I kemarin Iran kan sempat ee berencana mundur kan tapi kemarin Presiden FIFA juga sudah datang langsung
ke Tagauji coba Iran dan mereka menjamin FIFA menjamin kalau ee Iran akan dipastikan tetap berlaga di Pialaara dunia. Iya iya iya soalnya versusnya Amerika mainnya di Amerika. Iya dan mereka mainnya di shle sama di California. Oh, Iran kita bisa enggak kayak ngajuin kayak di jalak Harupat aja biar netral. Kalau Mexiko sama Kanada masih bisa sih ya. Tapi apa FIFA mau untuk nanya nanya. Iya iya enggak gua kebayang aja pemain Iran main di jalak Harupat dari bahasa Arab dia pakai bahasa Sunda. [tertawa]
Tapi kan kita cukup netral lah. Heeh. Bisa [tertawa] kemungkinan besar kan pindah ke Meksiko atau Kanada sih. Oh itu bisa jadi opsi juga ya Mas? Bisa jadi opsi ya? Oh, oke. Ee kickof-nya tuh adalah Juli ya? Juli. Juni. Juni. Juni. Juni a. Tang Juni awal. Tanggal ini anak-anak kita. Oh, 11. Orang yang MOS tuh kayak [tertawa] begadang ya. Karena kita [berdehem] pasti begadang kan. Kalau Amerika ada yang pagi juga pagi, jam pagi. Gua ingat kalau nonton Piala Dunia Amerika tuh pagi tapi jam berangkat
sekolah masalahnya jadi enggak bisa. Ada yang jam 12. malam kalau enggak salah. Terus ada yang jam .00 pagi, jam .00 atau jam 5. Terus nanti jam tapi lebih manusiawi lah jamnya daripada Eropa. Dan kita harus siap-siap beli antena kalau mau nonton sekarang karena platform digital. Sudah lama sekali aku tidak dengar kata itu. Antena. Iya kan? Masih digital. Oh zaman dulu. Iya zaman dulu. Oh iya benar. [tertawa] Kalau Gen Alfa dengar dia akan nanya, “Mas, antena itu apa sih, Om?” Mas jawab
apa? Ya, antena untuk menangkap sinyal dari televisi. Sinyal emang harus ditangkap. [tertawa] Iya. Bukannya sinyal ada di sini ya? Heeh. Oke, oke oke oke. Apa ee ee ee berarti ya gimana sih cara perhitungan kayak mana duluan yang akan bertandingnya? Itu dari grupnya Iza. Nanti biasanya grup A dulu yang bertanding. Pertandingan pertama udah ketahuan ya. Mexiko siapa siapa? Meksiko lawan Meksiko melawan South Afrika. Oh, ser seru tuh. Heeh. Waka-waka Latino berhadapan dengan Africano? Oh iya Amerika di negara Amerika noh.
Di negara Amerika. Setelah itu Korea lawan Republik Ceko. Wah, itu juga seru. Korea lawan Ceko. Tapi sebenarnya yang bikin penasaran adalah Jepang sih. Lawan Jepang itu kan kemarin habis ngalahin Inggris di Wembley. Makanya dia disebut menjadi salah satu kuda hitam di Piala Dunia kali ini. Mereka langsung ketemu Belanda besok di tanggal 14 Juni. Oh, power big big match. Br. Timnas pusat ya. Belum belum apa-apa udah big match ya. dua timnas pusat ini ya yang sempat ee bergantingan [mendengus] sama kita di sini di masa
kemarin kan Inggris dibikin enggak berkutik kan sama Jepang di Wembley bahkan ngegolin Karumi lagi. Jadi ya sekarang pantes kalau ee sepak bola Asia akan berharap ke Jepang nantinya. Hm. Iya. Ya. Ya. Gua berharap sih Jepang bisa melangkah sangat jauh di Piala Dunia kali ini. Kalau perlu dia bisa sampai final gitu ya. Kalau final kayaknya masih berat sih, Do. Karena masih ada Prancis, masih happen gitu ya. Iya, benar. Iya. Jadi kita lihat nanti Doraemon versus Harry Potter. [tertawa] Tapi memang Jepang juga lagi bagus
kemarin kan dua away-nya ke Eropa kan lawan Skotlandia lawan Inggris semuanya menang 1-0. Jagoannya siapa, Mas, sekarang? E unggulan pertama, kedua, ketiga. Pertama, pertamanya Prancis. Oh, satu Prancis. Iya, Prancis. Prancis emang lagi jago banget Prancis. Lihat aja skuadnya ada Hugo ITK, Kilian Mbappe. I Mbappe. Di tengah masih ada Aurel Chuameni, Adrien Rabiot. Mentereng semua emang nama dan I dan memang semua lininya tinggal merem aja sih di Syam milih pemainnya. Hm. Dua siapa? Dua Spanyol.
Oh Spanyol. Spanyol masih ada alaminyamal. Spanyol kira-kira Argentina Argentina tiga tiga besar unggulan adalah Argentina, Spanyol dan Argentina. Oke. Muda siapa aja, Mas? Kalau apa main muda selain? Eh, siapa? Mungkin selain Lamin Yamal. Oh, susah banget. Bar siapa ya pemain pemain mudanya? Masih belum ada skuad final sih, Gun, sebenarnya. Jadi, itu nanti masih menunggu kalau misalnya skuad final rilis baru kita tahu karena memang squad finalnya juga masih lama kan, masih bulan Juni kan. Hm. Ya,
jadi kita tunggu aja nanti apakah akan ada pemain-pemain muda yang akan dipanggil. Iya, benar. MP pas golin di final umurnya masih 18 tahun. Iya iya iya. Emang Piala Dunia lalu Mbappe masih 18 tahun di 2018. Oh 2018. He iya iya. Wah gila 18 tahun lu ngapain aja? Hm. Makan cilok gua [tertawa] dia udah 8 tahun kemudian juga masih 26 masih muda dia. Kita-kita di sini. Iya. Kita masih harus nunggu skuad final untuk menentukan betul siapa aja gitu. Kita nontonnya di mana sih Kak? Di TVRI. [tertawa] TVRI gratis.
Oh ya, makasih ya. Pemerintah sudah menyediakan hiburan buat rakyat dengan gratis. Eh, makanya kita harus beli antena. [tertawa] Iya, benar. Balik lagi. Benarben dunia siapa, Mas? Kenapa jagoannya di pila dunia megang siapa nanti? Elo, lu jagoannya siapa? Siapa? Ya, pengin Portugal lah juara. Biar wis Ronaldo. Biar Bruno Fernandez, biar biar apa? Head to head Ronaldo versus Messi itu enggak berkesudahan ya. Ram lagi ya. sampai ujung dunia ini masih tapi juga skuad Portugal sekarang masih iya agak sulit tapi
tapi ya bolehlah itu demi huruhara [tertawa] keren kira k Eza siapa jagoannya eh Haiti [tertawa] hulahup satu dia debut dua tuh dia negara yang kayaknya tuh it enggak debut oh enggak debut tapi okelah iya terus dia tuh kayaknya tuh masyarakatnya tuh selalu happy gitu kalau chill tentunya Dia pada saat menyusun strategi selalu haiti-haiti [mendengus] [tertawa] cukup kata gua stop kata gua stop. Emang enggak boleh kalau ada timnas juga gua pilih timnas. [tertawa] Tapi it menarik sih lawan tuh Brazil.
Iya lagi Brazil Maroko lagi. Iya Maroko juga jago kalau Haiti bisa. Iya bisa jadi ini sih Maroko juga kemarin kan semifinal Iya. I Dunia 202 sama juga kalau kita ingat Saudi ngalahin Argentina tuh enggak kebayang. Iya. Tapi habis itu kalah terus iya sih sampai akhirnya enggak lolos. Setidaknya dia ngasih kesan melawan. Tapi itu kemenangan bersejarah sih. Gue Jepang kan. Oh Jepang. Saya koknya enggak bisa masuk Jepang dan Belanda. Hah? Arab Saudi Argentina enggak masuk ke pertandingan ini. He. Yeah.
Komentar