Beranda / Bisnis / Ingin Terlepas dari Tekanan, Sektor Keuangan Jadi Penopang Utama IHSG

Ingin Terlepas dari Tekanan, Sektor Keuangan Jadi Penopang Utama IHSG

Yah, ke kita lagi. Jadi kita mau narasumbernya yang opening udah ke kita. Padahal gua udah lagi kayak gini. You still watching Sore bersama Fi dan juga Edo ya. Detik sore enggak cuma hore-hore. Benar-benar enggak cuman hore-hore karena kita mau membahas sesuatu yang hmm market banget nih. Nih ini ada enggak ada ketawa-ketawanya nih ya. Enggak ada. Ini ini angka nih. Ini angka grafik pokoknya warna hijau pokoknya naik ya kan. Tapi di momen itulah ketika orang tuh kalau ngomongin soal market gitu ya ee

jadinya pada takut gara-gara udah duluan diimingi sama angka angka. He. Grafik benar. Diagram. Yes. Tabung. Aduh. Hah. The only market yang gua paham betul adalah fresh market. Nah, itu dia. Mantap enggak tuh? BSD ya sama Bintaro. Bintaro juga. Iya, benar. Kita mau ngomongin soal pasar modal. Hari ini sudah kembali hadir dari Mega Capital Sekuritas. Ada Mas Reveng dari Mega Capital. Eh, Revo Gilang apa tadi namanya? Firdaus. Rif. Revo Gilang Firdaus. Nama kok nama depan semua sih, Mas? Mas dikasihnya begitu ya.

Benar. Saya kan manggilnya bisa bebas ya jadinya ya. Belakangnya enggak ditambah lagi oil kan. Waduh ada oilnya. Enggak nih? Enggak. Mas Revo apa kabar? Wow. Aduh. Gimana nih nih Mas Revo ya? Yang saya tahu nih kalau kita lagi mau ngebahas kayak gini-gini nih ya, The Tickers, teman-teman saya nih yang udah ngeracunin saya untuk ee investasi apa segala macam, pokoknya mereka tuh terpaku sama handphone-nya. Hm. Iya. Nunduk aja gitu. Terus kayak pokoknya merhatiin grafiknya warna-warna itu apa sih gitu ya.

Iya. Terus mereka tiba-tiba aduh bisa kayak gitu sendiri warna kayak begini. Lihat. Nah ini nih. Ini biasanya volume suara saya kegedean. Oh di ruang produksi ya. Iya. Benar. Coba nih kali ini apa nih yang bakal kita bahas nih? kita nih bahas bahas lagi bakal bahas soal market review soal eh pasar saham hari ini pasar saham hari ini ISG kita coba lihat ya hari ini ISG di angka berapa sih ditutupnya? Oke coba ini ini ini live ya langsung ya 8.322 322. Benar enggak salah kamu ini udah 336 ya dia kecepatan dikit ya.

Eh Mas Revo ini dengan angka segitu hari ini ISG sentimennya apa aja? Oke. Jadi kalau ngelihat sentimen memang ya eh jangan gitu dong. Jadi kalau biar enggak berat. Waduh ini jadi beban saya paham saya biar paham. Iya. Oke. Oke. Jadi kalau ngelihat ee sentimen yang ada mungkin kita lihatnya 1 minggu terakhir lah ya. Sebetulnya dari sisi domestik itu enggak ada sesuatu yang ee luar biasa gimana banget sebetulnya di tanah air. Tapi memang kalau ngelihat belakangan ya mungkin di akhir pekan lalu kayak gitu

AS Resmi Pungut Tarif 10%, IHSG Menguat Tapi Rupiah Melemah

sentimennya agak cukup positif ya. Jadi kalau mungkin kita lihat mungkin 2 minggu 3 minggu terakhir du 3 minggu yang lalu itu ada sentimen yang negatif ya soal khususnya dari sisi yang lembaga riset MSCI mungkin ya. Tapi memang pasti akan ada pertanyaan MSI ini apa sih? Kayak gitu kan. Intinya ada lembaga riset dari Morgan Stanley US MSCI dan juga ada namanya FUTS Russel FTSI itu intinya mereka itu adalah lembaga riset yang dipakai oleh institusi global dalam menginvestasikan dananya. Jadi biasanya

kalau investasi apa hat fund atau institusi-institusi global itu mereka akan berani untuk investitnya mereka atau dana kelolaan mereka itu berdasarkan lembaga riset ini. Jadi kalau lembaga riset ini ngomong negara A itu okelah gitu gitu porsinya dinaikin maka si hedge fund ini atau institusi-institusi global yang punya dana gede-gede ini triliunan ini mereka akan invest ke sana gitu. Tapi kalau mereka terata enggak gitu ya atau bahkan mengurangi porsinya si lembaga riset ini, maka nanti institusi global

dan juga Hund akan cenderung mengurangi porsinya juga. Kalau mengurangi porsi artinya apa? Artinya ada capital outflow atau dana itu keluar dari pasar saham Indonesia. Nah, yang terjadi dengan mungkin dua atau 3 minggu terakhir itu adalah si MSCI dan juga Food Russel itu menghentikan rebalancing. Maksudnya apa? Jadi biasanya itu MSI itu ada rebalancing untuk setiap empat ee tiga sori 3 bulan setiap 3 bulan jadi bulan 2, bulan 5, bulan 8 dan bulan 11 setiap tahunnya seperti itu untuk Indonesia. Nah yang bulan Februari ini bulan 2 ini

itu difreeze atau dihentikan karena ada ee persoalan perihal free float dan juga transparansi. Intinya adalah pihak MSA itu menilai bahwa kita tuh kurang transparan intinya kayak gitu. soal data memang oh itu ada seperti itu. Makanya akhirnya kita mungkin ada kita lihat di Instagram dan sebagainya di sosial media kita lihat kan ada di root-nya Bursa Indonesia mengundurkan diri akhirnya kemudian ee apa ee petingginya OJK juga mengundurkan diri akhirnya banyak yang mengundurkan diri. Mengundurkan diri nih dari eh

SRO namanya self regulatory organization kayak OJK KESI kayak gitu. Akhirnya mereka mengundurkan diri gitu ya. Yang KES sih enggak cuma yang OJK dan Musa Ef. Nah, kemudian digantikan oleh pejabat sementara PJSPJS ini. Nah, ee itu adalah bukti bahwa memang ee pemerintah ini sedang lagi serius-serius banget nih untuk membuat data ini lebih transparan seperti itu. Akhirnya ee dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang diambil kayak contoh free flot dinaikkan dari 7,5% ke 15% kemudian transparansi data itu lebih

Rotasi Sektor: Kombinasi Konglo-Driven dan Undervalued | DE’CUAN

transparan lagi nanti ke depannya. Ee hal-hal ini yang dinilai pasar itu cukup positif sebetulnya karena bisa akhirnya mengattract lagi untuk MSCI. ee bisa ngelihat lagi nih, ngelirik lagi nih untuk pasar Indonesia. Kalau itu positif, otomatis kan nanti kan dana asing bisa masuk ke domestik. Nanti ee kalau dana asing masuk inflow terjadi sehingga pasar saham bisa naik lagi. Jadi ee itu yang terjadi. Nah, kalau tadi saya sampaikan MSA dan Food Russel itu nge-freeze atau memberhentikan rebalancing. Sementara

yang berbeda dengan SNP. Jadi SNP Dow Jones Indices itu menyampaikan kita akan tetap melanjutkan rebalancing which is itu hal yang positif karena berbeda dengan MSI dan Fle. Nah, perbedaan inilah yang akhirnya membuat pasar itu yang tadinya pesimis karena MSCI dan food rasel tadi itu ng-freeze, yang SNP ini itu ternyata melanjutkan tetap melanjutkan rebalancing. Nah, ini yang positif sehingga akhirnya pasar rebound lah pada saat itu sehingga sempat memang akhirnya inflow itu terjadi masuk. Heeh.

Tapi dalam 1 minggu terakhir ini ada sentimen makro global khususnya antara US dan juga Iran ya. Oh. Nah, ketegangan antara ini yang ee yang membuat akhirnya uncty kembali muncul dan juga perihal bukan hanya US dengan juga Iran, tapi soal tarif tarif khususnya tarif dagang ya antara Indonesia dan juga US. Ini yang belum clear sampai saat ini. Ee jadi karena soal tarif ini akan nanti berhubungan dengan barang-barang US yang masuk Indonesia artinya yang kita impor atau barang-barang kita yang kita ekspor ke

US. He. Soal ini nanti ini akan berhubungan dengan bisnis di emiten-emit di Indonesia dan sebagainya. Nanti harga jualnya akan seperti apa mungkin akan naik atau kayak gimana. Nah, ini yang belum clear sampai saat ini. Nah, akhirnya kekautan-kekaatan ini yang membuat juga asing tuh masih agak in out in out belum belum benar-benar agresif masuk kayak gitu. Itu belum. Jadi ee akhirnya masih terus ada saat ini. Meskipun memang secara garis besar secara garis besar di Indonesia sendiri ton-nya itu cukup positif.

Oke, ton cukup positif. Makanya akhirnya kan kita lihat egak ini naik nih rebound saat ini di sekitar 8.300 naik kurang lebih ee dan asing 2 hari terakhir ini masuk kurang lebih 2 triliun kurang kurang lebih seperti itu. Ini kali yang diobrolin sama Pak Prabowo ketika ketemu sama Donald Trump kali ya. Bisa jadi juga. Iya kan ya soal ini juga kan pastinya pasti sesatunya ya tarif. Heeh. Oke. Tepuk tangan dulu untuk penjelasan Mas Revo. Mas Revo luar biasa biasa. Cuma lucu. Emang kenapa harus dilucuin sih? Jadi

IHSG Ditutup Hijau, Sektor Industrial Pimpin Penguatan – [Primetime News]

beban ya. Iya. Iya. Biar ketawa aja kita biar enggak berat-berat banget. Benar. Nih pertanyaan selanjutnya nih. Lucu ya jawabannya ya. Ti kok Mika ya? Jangan-jangan ya. Enggak. Enggak. Soal ee sebenarnya ISG itu apa? Pergerakannya enggak terlalu masif ya untuk kenaikannya gitu. Setelah dia turun di bawah 8.000 kemudian balik lagi berusaha untuk mengejar lagi angka 9.000 yang sebelumnya sudah tercapai. Agak susah sebenarnya kenaikannya. Ya, kemarin sempat naik tuh 8.400 doang paling mentok ya. Ee apa faktor terbesar ISG susah untuk

lari lebih kencang lagi, Mas. Pus ini itu yang saya sampaikan soal tarif tarif itu yang masih jadi janggalan terbesar. Iya. Apakah kita jadi gini tarifnya itu sebetulnya kalau tahun lalu ada April 2025 kita juga ketika momen kita libur lebaran Heeh. itu kan kita lebih dari 7 hari kita liburnya. Intinya adalah ketika kita libur itu Trump itu ngeluarkan tarif-tarif. I. Jadi ke ke Indonesia sekian, Malaysia sekian gitu macam-macam. Setahun yang lalu. Setahun yang lalu ya, bulan April 2025. Dan itu kita dapat sekitar angka 32%

cuman akhirnya ee nego-nego dapatlah 19% kurang ya setengahnya lah kira-kira kayak gitu. Dan saat ini ini tuh kemungkinan akan turun enggak 19% either 10 atau 15% karena ee Trumnya sendiri itu menggunakan ee ada namanya section 122 tahun 1974 lah ee ee itu yang dipakai oleh Trump. Jadi batas maksimumnya itu 15% intinya seperti itu. Nah ee tapi memang belum belum pasti nih apakah 10% atau 15% atau seperti apa. Bisa-bisanya dia sempat bilang 32 ya. I iya. Habis itu langsung ke jadi 19 itu 19. Terus saat ini memang kelihatannya

10 atau 15% lah kira-kira mungkin kayak gitu. Dan kita juga belum tahu bagaimana dari sisi Supreme Court atau Mahkamah Agungnya US sendiri akan seperti apa gitu ya e menghadapi ee kebijakan Trumpnya ini karena memang agak dinilai ee semena-mena dalam tanda kutip ya karena memang ya beliau ee orang nomor satu di US juga jadi punya hak kayak gitu-gitulah. Jadi beneran seperti itulah di situ bebas bebas aku Donald Trump aku bebas. Iya. Heeh. Beneran literally sema-mana. Iya. Heeh. Nah, ee ini kita masih belum

tahu intinya akan seperti apa tarifnya. Tapi secara garis besar kalau dia pun 15% atau 10% which itu kan sebetulnya lebih rendah dibandingkan 19%. Jadi, tapi kita sudah tanda tangan. Nah, iya emm saya belum bisa pastikan akan seperti apa ya ee karena memang kalau lihat Pak Erlangga ya, Pak Menko ya. Iya. Jadi saya masih agak-agak ya gitulah, masih mencari-mencari juga di media-media dan sebagainya. K Tedi, yuk. Keren. Ada info A1 nih. Heeh. Heeh. Tapi intinya memang kelihatannya cukup ee lebih positiflah dibandingkan yang

tahun lalu seperti itu. Dan juga ee memang ada sentimen yang agak cukup positif juga soal ee jadi ada sekitar 1800 produk pengecualian yang kalau kita ekspor ke US itu 0%. Oke. Salah satunya adalah CPO, crude palm oil. Kemudian CPO. Oh, keren. C yang di bukan dracin dong. Kakao, rubber, karet, ee kopi kalau enggak salah juga. ada beberapa macamlah dan turunan-turunannya itu. Jadi total sekitar ada 1800 produk itu katanya sih pengecualiannya 0%. Cuma ya kita lihat nanti akan perkembangannya seperti apa

nih karena ee ini masih sangat ee bisa berubahlah kayak gimana sangat ee fluktuatif sangat sangat enggak jelas bangetlah masih uncertain sekali. Jadi ini masih akan terus kita pantau sehingga memang uncertainty tadi saya sampaikan soal tarif kemudian soal kondisi di US dan juga Iran. Heeh. Karena ee kalau kita lihat memang kondisi di Iran ini ee maksud saya USD sudah mulai agak mengepung Iran gitu ya dengan berbagai armada dan sebagainya lah gitu ya. Nah, ini yang kita khawatirkan terjadinya e ada eskalasi

atau something yang memang ee memanaslah seperti itu. Makanya kita lihat juga belakangan harga oil juga sudah mulai agak naik nih ke 70. Semoga janganlah. Semoga janganlah kita tokok meja empat kali. Amin. Cuma ya kalau itu terjadi ya oil naik ya. Oil naik ya. Kemungkinan juga gold juga naik semuanya naik kalau oil naik. Nah, biasanya juga emitan-imitan terkait juga mengalami kenaikan gitu ya. Gaji doang yang enggak naik itu. Betul. Nego dong, Mas. Harus nego dong, Mas. Eh, ke siapa tuh? Ke mana ngomongnya

nih? Ini kan yang nonton pemirsa. Pemirsa tikers kata tikers gua juga kali. Heeh. He sebenarnya pertanyaan gue juga di antara semua sentimen negatif eh atau yes I consider this as a sentimen negatif karena eh beberapa perjanjian non tarif itu kayaknya lebih banyak ngerugiin kita gitu ee mulai dari impor minyak ee apa namanya ekspor produk Amerika ke dalam negeri impor sebesar-besarnya 0% tarifnya tapi ada juga kan yang 1800-an produk kita tuh bebas beak masuk gitu ke sana which is di antaranya sawit kakao dan

segala macam karet juga termasuk ini ada ngaruh enggak ke ke emiten-emiten yang ada di pasar modal kita ee kalau untuk khususnya kita bicara karena gini enggak semua juga kan listing ya Heeh kayak rubber saya kurang tahu ada enggak rubbernya emiten di kita di rubber tapi kalau tapi kan dengan sawit kakao dan sawit nah ya sawit kalau kita perhatikan ee sebenarnya emitnya belum ada pergerakan yang signifikan juga karena memang kalau kita lihat dari CPO press yang di Malaysia sendiri Jadi itu harga

CP-nya memang belum ada kenaikan yang signifikan. Jadi biasanya kalau komodi gitu kita akan lihat juga harga komoditynya. He. Baru kita nanti akan translasikan ke emiten komodity yang yang dimaksud seperti apa. Memang harga komodiya CPO belum ada naik signifikan. Makanya ee harga-harga ya Aali, DSNG eh LSIP eh apa namanya yang lain-lain GCO dan sebagainya belum ada kenaikan yang signifikan juga gitu ya. Oke. Emm kalau untuk yang barang-barang yang ee masuk ke Indonesia ini kelihatannya memang ber gini barang-barang yang masuk ke

Indonesia itu ini bisa ke mana-mana, bisa ke UMKM juga nanti akan berpengaruh mereka akan banjir banget nih bareng-bar ya bisa juga gitu cuman ee saya belum bisa ngelihat ini ee keemiten yang listing di bursanya akan seperti apa dampaknya kalau untuk yang barang-barang yang masuk dari US ke Indonesia ini perlu ada belum saya lihat lebih lanjut soalnya kayak dan sebagainya sangat panjang sekali soalnya tunggu ya. Baik, apaan aja? Jadi saya belum berani ngomong PR belum berani ngomong. Siap siap siap siap. Ee sama terakhir

juga Mas ee emm saham sektor keuangan nih masih belum balik-balik nih arahnya nih. Ini kenapa nih dan sampai kapan bakal anjlok terus nih? Jangan ngomong gitu dong. Karena itu backbond kita nih. Backb kita nih. Coba lihat sih gitu backbond kita nih. Tapi gini bicara soal eh IDX financial tuh kan kita kalau kita bagi lagi banyak banget ya. Ada banking, ada insurance, ada yang sekuritas. Banking nanti dibagi lagi ada banking syariah konvensional, ada yang digital, ada yang non gitu ya. Tapi kalau kita

lihat ee banking yang konvensional lah, khususnya yang plat merah BCA, BRI Mandiri, BNI itu kalau saya lihat sebetulnya enggak yang begitu yang drop yang gimana banget ya sebenarnya agak sideways meskipun agak cenderung turun kecuali E BMRI kalau kita lihat dari 4 M10 ini BMRI yang agak secara teknikal agak di ataslah berkenaan agak naik kayak gitu dan kalau sebetulnya kita perhat kita perhatikan dari bulan yang Januari ya khususnya Januari itu kredit GL kita naik loh dibandingkan Desember dari 9% sekarang di sekitar 10% seingat

saya which is itu sentimen yang cukup positif lah kayak gitu. Meskipun belum akhirnya ee membuat banking kita bisa ee sustain untuk naiknya kayak gitu. Ee tapi kalau saya lihat sebenarnya banking kita itu sudah cukup murah kalau ee kita lihat dari sisi harga. Oh iya beli nih langsung sudah tutup. Sudah tutup setup. cukup murah karena ee kita jangan lupa bahwa dalam waktu dekatnya ada pembagian dividen juga untuk bank-banks ini. Ee dan kalau kita ngelihat di harga harga saat ini dengan ya PBV minus 1 standard deviation kayak

gitu-gitu itu dividen yalnya bisa di atas 6% gitu which is itu di angka di lebih besar dibandingkan surat utang negara. Surat utang negara itu yang 10 tahun mungkin sekitar 6% lah kurang lebih ya. ini bisa dapat di atas 6 which is ya 8 9% which is itu lebih bagus lagi itu kita ngomong dividenanya aja surat negara kalian itu saya ngomong gitu ya ganti kita ngomong baru sisi dividen yield-nya kita enggak ngomong ee potensi capital gain-nya gitu ya seperti itu. Ee tapi memang challenge yang dihadapi oleh bank-banks ini adalah

soal apakah credit growth ini bisa sustain sampai di akhir di Desember 2026 atau tidak gitu. Januari oke. Tapi pertanyaan apakah bisa sust? Ee ini yang memang jadi isu yang sulit ya karena kredit-kredit ini akan gini orang mau kredit mau itu yang perorangan maupun institusi atau perusahaan-perusahaan itu mau kredit kalau mereka melihat memang ee bisa bisa kalau kita bicara soal institusi atau e bisnis lah gitu ya. emiten perusahaan mereka mau melakukan kredit minjam duit ke bank kalau mereka melihat perusahaan ini bisa ekspansi

kemudian suku bungasi cukup rendah terus ee semua itu cenderung lebih certain lah enggak terjadi something yang uncertain yang dan kayak gitu-gitulah. Nah masalahnya saat ini tuh ee penuh denganasi ya lagi ke situ lagi. Kemudian kita bicara soal yang perorangan. Kita mau ee misalkan KPR atau mau kredit minjam ke bank untuk yang perorangan lah bukan yang perusahaan gitu ya. yang bisnis itu kita akan pikir lagi apakah kita bisa ee membayar cicilannya dengan tepat waktu enggak kena NPL atau kredit macet kan gitu. Kalau

kita kredit macet kan jadinya masalah nih BI checking kita kan ujungnya ke situ. BI checking kita bermasalah nanti si bank si banknya juga akan bermasalah kan kayak gitu. Nah, jadi nah sementara kondisi-kondisi saat ini ee dengan adanya ya AI lah kemudian juga sudah mulai tergantikan mungkin beberapa pekerjaan-pekerjaan yang mungkin ee repetitif yang mungkin administrasi kayak gitu mungkin sekarang sudah mulai AI sudah bisa menggantikan kayak robot-robot mungkin sudah bisa menggantikan ee dengan automatic ya

robotnya itu. Nah, ini yang dikhawatirkan eh artinya orang-orang sudah mulai kesulitan untuk meminjam duit ke bank karena mereka ee mungkin juga pendapat ekonomi seret. Terus e mereka sulit juga untuk e takut takutnya kesulitan untuk bayar cicilannya atau installmentnya. Nah, ini yang menjadi khawatiran. Apalagi kalau ada PHK dan sebagainya kan PR nih. Nah, hal-hal kayak gitu sih sebenarnya yang jadi masalah. Akhirnya banks masih agak sulit sih dia semua gara-gara Amerika kan. Iya ya. I macam-macam sih.

Enggak ada. Enggak tahu. Tiba-tiba pingsan loh kamu, Kak. Takut loh, Kak. Kita entar disadap lagi. Kalau Amerika enggak macam-macam, aman kita di dunia ini, Guys. Anyway, kita udah cukup sampai di situ aja ya. Kalau kebanyakan nanti kita jadi seminar. Saya puyang nanti. Heeh. Eh, punten banget nih. Oke, terima kasih Mas Revo sudah hadir kembali. Eh, kita tutup market review hari ini. habis ini kita

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *