Beranda / Berita Utama / [FULL] Pendiri Synergy Policies Bicara soal Dampak yang Terjadi Usai AS-Israel Serang Iran

[FULL] Pendiri Synergy Policies Bicara soal Dampak yang Terjadi Usai AS-Israel Serang Iran

Membahas soal dampak eskalasi yang terjadi di Iran Timur Tengah secara meluas. Kita sudah bersama dengan praktisi hubungan internasional sekaligus pendiri Syergy Policies Dina Prapto Raharjo. Selamat malam Mbak Dina. Selamat malam Mas Rahmat. Badina ini serangan Amerika Serikat Israel terhadap Iran ini menjadi penanda kekhawatiran soal perang besar dalam waktu dekat menurut Anda ya. dampak dari ee serangan bersama ya antara Israel dengan Amerika Serikat ini akan meluas di kawasan Timur Tengah dan dampaknya tentu bisa terasa

sampai ke kawasan kita karena ini wilayah yang sangat strategis di ee dari segi geopolitik juga dalam hal energi, dalam hal konektivitas. Eh, ini kalau kita lihat tidak hanya Iran dan juga Israel yang ada di wilayah tersebut yang terdampak juga ada Bahrain karena ada pangkal militer Amerika Serikat, Kuwait juga, Arab Saudi juga ini ee semakin memperuncing atau bisa membuat pecah Timur Tengah. Mbak Dina yang perlu kita catat adalah bahwa sebelum kejadian ini bulan Juni 2025 itu kan Israel yang melakukan serangan

terlebih dahulu terhadap Iran ya. Dan sesudah kejadian itu dihidupkan kembali itu proses negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran. Bahkan difasilitasi, diupayakan, dimoderasi oleh Turki pertama. Kemudian yang kedua, Oman. Turki itu membantu di bulan Januari 2026. Sesudah itu barusan kemarin belum lama itu Oman kan. Dan simpulan dari ee proses mediasi tersebut adalah sebenarnya Iran itu menyerah apapun dia akan lakukan demi perdamaian yang di ee minta dari Amerika Serikat. Tapi poinnya di situ adalah dari Amerika

Serikat ini kita enggak bisa pinpoint, enggak bisa menetapkan sebenarnya yang diminta itu apa. Hanya soal nuklir. Karena kalau nuklir dia berjanji tidak akan melakukan pengembangan senjata nuklir. Sama sekali tidak ada yang dituduh dituduhkan kepada Iran. Tapi kemudian kita baca statement terakhir tadi dari Netanyahu misalnya itu kan mengatakan bahwa mereka juga mencoba menjatuhkan rezim yang dianggap opresif. I kemudian Donald Trump juga mengatakan karena Iran melakukan serangan terhadap para demonstran. Jadi tujuan yang di ee

cari itu enggak bisa kita tetapkan dan artinya enggak ada ruang negosiasi sebenarnya antara Amerika Serikat dengan Iran dan ada faktor Israel di situ. Israel sama sekali tidak punya niat untuk membuat Iran menjadi ee kuat gitu. atau dia sangat curiga bahwa agenda Iran ini pasti terhubung dengan Hamas. Jadi, itu yang harus menjadi catatan kita. Ini bukan situasi yang bisa dimediasi sebenarnya. Hm. Jadi memang alas ee serangan yang terjadi di hari Sabtu ini sebetulnya tidak ada alasan kuat bagi Amerika

Serikat menurut Anda jika mengacu pada negosiasi yang tengah dilakukan. Ya, betul sekali. Jadi kalau dilihat dari ee apa statement dari Menteri Luar Negeri Oman bahkan ee ada videonya segala ya yang mengatakan bahwa hasil akhir dari negosiasi di Oman itu jelas mengatakan ee pihak Iran itu bersedia untuk melakukan apapun yang diminta oleh Amerika Serikat. Dan Turki juga jelas-jelas melaporkan gitu ya, bahwa dari pihak Turki juga bersedia membantu apapun karena dia punya perbatasan sampai 500 km panjangnya antara Turki

dengan Iran. tidak ada yang punya ee hasrat ya untuk menggunakan cara-cara militer di kawasan ini. Apalagi dengan situasi ee perdagangan, situasi geopolitik yang masih sangat rentan pada saat ini. Rapuh ya ee situasinya itu. Jadi sebenarnya ini betul-betul kita harus curigai merupakan agenda yang ee terhubung di antara Israel dengan ee ee Israel dengan Amerika Serikat dan agendanya pasti enggak jauh-jauh dari board of peace. Jadi kita justru harus ee hati-hati di sini ya. Menurut saya tadi kalau dikatakan ee Presiden sudah

siap bertolak ee Presiden siap bertolak ke Teheran ke Teheran itu menurut saya nih bagaimana ya yang melakukan bisikan kepada Presiden gitu kan. kasihan juga ya bahwa Indonesia itu punya risiko sangat besar untuk ee dilihat sebagai aktor yang delusional gitu loh jadinya. Karena lompatan diplomatik itu kan ee enggak bisa dilakukan begitu saja ya, harus ada tahapan-tahapan yang dilalui. Kita enggak bisa bilang misalnya kalaupun kita mau masuk ke sebagai mediator jaminannya apa? Apa lagi yang mau di

tapi eh Mbak Dina kalau tadi Anda singgung soal ini agenda agenda terkait dengan both office bagaimana jika kan Indonesia bergabung. Nah jika ada keinginan dari Indonesia Presiden Prabowo sebagai ee fasilitator untuk memediasi ini apakah bisa sedikit meredakan tensi nantinya? Kan poinnya tadi adalah kita mau minta apa lagi dari Iran? Kalau Iran sudah mau menyerahkan segala hal dan ternyata Amerika tetap saja enggak terima dan Netanyahu dengan berapi-api bilang kita menjalankan Operation Lions Ro eh Auman Singa

bersama-sama join dengan sangat bangganya dia melakukan hal ini. Lalu kita mau minta apa ini kemanusiaan kita di mana juga terhadap ee solidaritas kita di mana terhadap Iran gitu kan. Padahal Iran itu adalah anggota dari OIC, anggota dari D8, D8 yang kita juga menjadi anggota tuan rumah. Dan kita sendiri sudah bilang kan menyuarakan Presiden mengatakan, “Mari kita ee lakukan persatuan di antara negara-negara Islam di mana itu semua.” Kan kita harus bisa balance ya posisinya. Jangan kita menuding lagi si

Iran masih punya agenda yang lain. Kan? Ketika kita menawarkan diri sebagai mediator, maka kita harus memikirkan posisi apa yang bisa kita tawarkan buat si Iran, garansi apa yang mau kita berikan kepada Iran supaya Iran mau kan duduk lagi ee di meja perundingan. Harus ada harapan kan bahwa ketika dia duduk dia bukannya dipermalukan atau dipaksa lebih keras untuk ee menyerahkan segala-galanya sampai habis gitu kan. Itu saya kira juga bukan solusi yang tepat gitu. Jadi kita sendiri enggak bisa serta-merta datang ke sana

seakan-akan menghentikan orang tawuran di jalan, gitu loh. Ini masalah yang sangat-sangat berat. ee masalah bahwa Amerika Serikat dan ee Israel sedang bersekutu untuk agenda dia yang di ee Gaza juga di ee tepi barat untuk meratakan itu semua dan memastikan hambatan buat si Israel berjaya di Timur Tengah. Itulah agenda yang harus kita waspadai, Mbak Dina. Jika eskalasi ini terus meningkat, Timur Tengah jadi pecah nih, bagaimana nanti dampaknya? bagi Indonesia yang bisa dirasakan langsung. Dampak langsungnya tentu ke konektivitas

dan juga ke energi. Harga energi kita sebagai net importer tentu harus siap-siap. Pasokan itu akan ee sulit, harga akan naik. Kemudian yang kedua, konektivitas. bagaimanapun juga kargo barang-barang untuk ekspor kita menuju ke daerah ee Timur Tengah, Afrika maupun ke Eropa itu pasti melalui jalur-jalur e strategis tersebut termasuk lewat Selat Hormus. Jadi kita harus ee memikirkan ee aspek ekonominya itu. Aspek yang lain adalah eh citra kita sebagai anggota yang memang punya niat ee baik di board

of peace ini. Kita sedang dipertaruhkan ini posisinya. Kalau kita tidak mengecam apa yang dilakukan oleh Amerika Serikat dengan Israel yang terang-terangan mengatakan tujuannya itu adalah untuk menghantam Iran, kita jadinya harusnya ee jadi aneh kan. Ini katanya kita tujuannya peace, tidak ada satuun statement maupun pernyataan yang peaceful di mana posisi kita. Jadi menurut saya ee kita sendiri ee sebagai bangsa gitu ya, jati diri apa mau kita sampaikan dalam situasi yang menurut saya betul-betul memprihatinkan ini kita

harus minim ya bersikap mengatakan ee kecaman keras atas apa yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat. Baik, terima kasih eh pendiri Sinergi Policis Dina Prapto Raharja telah menyampaikan pandangannya di program Kopas malam hari ini. Terima kasih Mbak Dina. Sama-sama. Selamat malam.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *