Beranda / Olahraga / Passportgate Membuka Dilema Tinggi: Menahan WNI atau Pulang ke Belanda?

Passportgate Membuka Dilema Tinggi: Menahan WNI atau Pulang ke Belanda?

Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita sekalian. Teman-teman media Pers PSSI yang saya hormati. Kami dari Badan Timnas PSSI menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perkembangan paspor pemain timnas Indonesia yang berkarir di area divisi. Yang pertama, seluruh pemain keturunan yang telah membela tim nasional Indonesia termasuk di situ Justin, Denjim, dan Natan yang saat sekarang ini sedang ramai diperbangkan di media. Dan perlu kami tegaskan bahwa

anak-anak kita semua telah sah menjadi warga negara Indonesia dan ini tidak ada masalah menurut hukum Indonesia. Mereka sudah sah menjadi warga negara Indonesia. Yang kedua, mereka itu banyak yang lahir, besar, hidup, dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi warga negara Indonesia itu sebagai bukti bahwa mereka mempunyai memiliki rasa kecintaan dan pengabdian yang teramat sangat luar biasa untuk bangsa dan negara kita Indonesia yang kita cintai ini. Yang ketiga perlu saya sampaikan bahwa

anak-anak kita bukan hanya terbukti mau mampu dari kerja kerasnya, tetapi mereka dalam latihan dan pertandingan di timnas nasional. Tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi warga negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan. misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing. Contohnya seperti di Belanda. Yang keempat ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita, oleh anak-anak kita. Tapi kami bersyukur bahwa pemain timnas

Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa. Kami mengambil contoh seperti Martin Pas. Yang kelima perlu kami sampaikan mengenai permasalahan yang ada di klub-klub divisi, maka itu adalah masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di negara Belanda. Terima kasih dari lima hal yang saya sampaikan tadi agar supaya bisa menjadikan klarifikasi dan bisa menjawab apa yang saat sekarang ini sedang diperbincangkan, diberitakan di media-media yang ada.

Saya akhiri wabillah wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita sekalian. Teman-teman media Pers PSSI yang saya hormati. Kami dari Badan Timnas PSSI menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan perkembangan paspor pemain timnas Indonesia yang berkarir di area divisi. Yang pertama, seluruh pemain keturunan yang telah membela tim nasional Indonesia termasuk di situ Justin, Denjim, dan Natan yang saat sekarang ini sedang ramai

Terdiam Vietnam, Indonesia ke Akhir Asean Futsal Championship

diperbincangkan di media. Dan perlu kami tegaskan bahwa anak-anak kita semua telah sah menjadi warga negara Indonesia dan ini tidak ada masalah menurut hukum Indonesia. Mereka sudah sah menjadi warga negara Indonesia. Yang kedua, mereka itu banyak yang lahir, besar, hidup, dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi warga negara Indonesia itu sebagai bukti bahwa mereka mempunyai memiliki rasa kecintaan dan pengabdian yang teramat sangat luar biasa untuk bangsa dan negara kita

Indonesia yang kita cintai ini. Yang ketiga perlu saya sampaikan bahwa anak-anak kita bukan hanya terbukti mau mampu dari kerja kerasnya, tetapi mereka dalam latihan dan pertandingan di timnas nasional. Tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi warga negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan. misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing. Contohnya seperti di Belanda. Yang keempat ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita,

oleh anak-anak kita. Tapi kami bersyukur bahwa pemain timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa. Kami mengambil contoh seperti Martin Pas. Yang kelima perlu kami sampaikan mengenai permasalahan yang ada di klub-klub divisi, maka itu adalah masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di negara Belanda. Terima kasih dari lima hal yang saya sampaikan tadi agar supaya bisa menjadikan klarifikasi dan bisa menjawab apa yang saat sekarang

ini sedang diperbincangkan, diberitakan di media-media yang ada. Saya akhiri wabayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yeah.

 

Presiden Prabowo Memberi Kasih Kepada 3 Patriot TNI yang Gagal di Lebanon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *